BI Harap Pelemahan Rupiah Hanya Sementara
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) buka suara di tengah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan ini. Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah per Rabu (19/3/2025) sempat kemarin merosot hingga 96 poin (0,58%) ke level Rp 16.528 per dolar AS, lanjut melemah dari hari sebelumnya ke Rp 16.432.
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, melemahnya kurs rupiah disebabkan oleh tekanan dari sejumlah faktor. Dia menambahkan, faktor itu lantaran ada kondisi ketidakpastian perekonomian global. Hal ini baik akibat kebijakan penaikan tarif impor maupun ketidakpastian pasar keuangan global.
"Pada saat seperti ini, langkah Bank Indonesia adalah terus melakukan intervensi. Karena, mesinnya (ekonomi RI) itu ya tidak hanya stabil, justru cenderung menguat karena fundamental kita baik," katanya dalam konferensi pers rapat dewan gubernur (RDG) di kantor BI, Jakarta, Rabu (20/03/2025).
Baca Juga
Senada dengan Perry, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, pergerakan kurs rupiah relatif stabil dibandingkan dengan negara peers. Dia menambahkan, pelemahan rupiah lantaran adanya ketidakpastian global yang sangat tinggi.
"BI akan terus berada di market. Kami beberapa hari ini terus menunjukkan kepada market bahwa koreksi rupiah ini kami harapkan temporary (sementara)," ujarnya.
Destry melanjutkan, guna memastikan pergerakan kurs rupiah dapat terus stabil bahkan menguat, BI bakal melakukan intervensi di pasar spot ataupun Domestic Non Deliverable Forward (DNDF). Dia menambahkan, BI juga akan melakukan intervensi dengan membeli surat berharga negara (SBN) apabila dibutuhkan.

