BI Batasi Penukaran Uang Lebaran karena Server Sempat Down
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, server penukaran uang Lebaran 2025, yakni aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (Pintar) sempat mengalami gangguan atau down, meski saat ini telah ditangani. Untuk mengantisipasi hal serupa, BI membatasi penukaran uang Lebaran yang dilakukan melalui aplikasi pada pekan ini.
Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono mengatakan, gangguan tersebut diakibatkan tingginya trafik pengunjung server. Gangguan juga disebabkan adanya serangan siber distributed denial of service (DDoS).
Baca Juga
"Jadi itu (DDoS) ada yang masuk, trafik-nya memang membuat layanan online kita jadi down," kata dia dalam konferensi pers rapat dewan gubernur (RDG) di kantor BI, Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Meski demikian, Doni memastikan, tim ahli teknologi BI telah melakukan penanganan sehingga aplikasi Pintar dapat kembali diakses oleh publik. BI pun meyakini gangguan serupa tidak akan terjadi di kemudian hari, khususnya saat mendekati momen Lebaran 2025. "Kita langsung pulihkan (server) untuk Pintar itu dan insyaallah nanti aplikasi Pintarnya akan tetap bisa diakses ya," sambungnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi gangguan serupa, BI akan membatasi penukaran uang Lebaran melalui aplikasi Pintar, khususnya pada akhir pekan ini. BI memprediksi lonjakan pengunjung aplikasi Pintar akan tinggi pada 22-23 Maret 2025. "Jadi (tanggal) 22 kita bagi untuk Jawa dan (tanggal) 23 Maret hari Minggu itu untuk luar pulau Jawa," sebutnya.
Baca Juga
Rupiah Merosot di Rp16.528 per Dolar AS, Tepat usai BI Tahan Suku Bunga
Doni mengatakan, hingga 19 Maret 2025 ada 378.523 orang yang menukar uang Lebaran. Untuk meningkatkan layanan masyarakat yang ingin menukar uang Lebaran, BI bakal memperbanyak titik-titik penukaran uang hingga 2.000 titik.
"Minggu pertama seratusan titik dan nanti pada minggu ke-3, minggu ke-4 itu kita akan sediakan 2.000 titik lebih. Pastinya sebanyak 2.331 di minggu ke-3 dan 2.512 titik minggu ke-4, itu bersama dengan perbankan," jelasnya.

