Rupiah Menguat Beruntun, Menjauhi Rp 16.400/US$
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan di pasar spot valas dibuka menguat, Rabu (05/03/2025) pagi. Sentimen datang dari pelemahan indeks dolar AS dan implementasi kebijakan baru di dalam negeri.
Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah menguat sebesar 41 poin atau 0,25%, ke level Rp 16.399 per dolar AS pada 09.02 WIB ke. Penguatan ini sudah berlangsung beruntun tiga hari dan mulai menjauh dari level psikologis Rp 16.400 per dolar AS.
"Sentimen datang dari pemberlakuan penaikan tarif impor pada Cina, Kanada, dan Mexico. Ada perlambatan pada ekspansi sektor manufaktur AS," kata pengamat pasar modal Reza Priyambada, Rabu pagi.
Sementara itu, secara year to date, mata uang Garuda masih terdepresiasi 1,95% terhadap greenback.
Baca JugaHadapi Trumponomis, Siapkan Skenario Kebijakan Ekonomi Plan B
Perkasa terhadap Yen
Kurs rupiah juga tercatat perkasa terhadap yen. Nilai tukar rupiah terhadap mata uang Jepang itu tercatat menguat 0,95 poin atau 0,86%, ke Rp 109,52 Rabu pagi.
Namun, rupiah melemah terhadap hard currency yang lain euro, seiring penghentian bantuan AS ke Ukraina yang berpotensi mempercepat penghentian perang Ukraina-Rusia. Nilai tukar terkoreksi 92 poin atau 0,53% ke level Rp 17.404 per euro.
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Turun, Industri Tolak Cukai Minuman Berpemanis
Dari dalam negeri, rupiah tercatat mulai berbalik menguat seiring efektifnya pemberlakukan ketentuan baru devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA). Mulai Maret 2025, DHE SDA RI wajib 100% disimpan dan diperpanjang masa simpannya di dalam negeri minimal 1 tahun.
Sebelumnya, ketentuan lama hanya mewajibkan 30% devisa. Masa minimal simpannya juga pendek, 3 bulan.
Berbalik, Dana Asing Masuk Saham
Faktor positif dalam negeri lain adalah aliran dana asing yang berbalik kembali masuk saham. Berdasarkan transaksi harian 4 Maret 2025, asing mencatatkan net buy Rp 0,59 triliun.
Aksi beli ini membaliknya posisi asing kini mengakumulasi pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia Rp 0,59 triliun hingga kemarin. "Sedangkan secara year to date, asing masih mencatatkan net sell Rp 21,44 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta, kemarin.
Sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Senin (03/03/2025), dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan penjualan neto Rp 1,81 triliun. Alhasil, secara month to date, asing mencatatkan penjualan bersih Rp 1,81 triliun hingga Senin lalu.
Namun, secara year to date, asing masih mencatatkan net buy mencapai Rp 11,70 triliun hingga Senin lalu.

