Ekonom CELIOS: Deflasi Februari, Indikasikan Masyarakat Menahan Belanja
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira memandang deflasi yang terjadi pada Februari 2025 memberi sinyal yang harus diwaspadai pemerintah mengenai pelemahan daya beli.
“Deflasi bukan semata karena diskon tarif listrik,” kata Bhima saat dihubungi investortrust.id, Selasa (4/3/2025).
Menurut Bhima, diskon tarif listrik yang diberikan pemerintah selama Januari dan Februari seharusnya mendorong sisi permintaan. Pasalnya sebagian uang belanja masyarakat dapat digunakan untuk keperluan lain.
“Kalau masih deflasi juga, artinya uangnya memang tidak ada atau sedang ditabung,” ujar dia.
Dari sisi produksi, Bhima melihat deflasi menjadi pertanda kegiatan belanja masyarakat sedang melambat. Artinya, masyarakat semakin kerap makan tabungan.
Baca Juga
Kemenkeu Sudah Prediksi Diskon Tarif Listrik Akan Sebabkan Deflasi
“Ini sejalan dengan simpanan perorangan yang merosot,” kata dia.
Dalam laporan Uang Beredar Bank Indonesia (BI) dana pihak ketiga (DPK) perorangan terkontraksi 2,6% secara tahunan. Catatan ini lebih dalam dibandingkan DPK pada Desember 2024 yang tercatat sebesar 2,1%. Pada Januari 2025, DPK tercatat sebesar Rp 8.599 triliun atau tumbuh 5,3% secara tahunan.
Selain faktor tabungan, Bhima juga menyoroti munculnya pemutusan hubungan kerja oleh sektor industri padat karya. “PHK di sektor padat karya kan masih marak, itu jadi alarm juga dari sisi demand pull inflation,” kata dia.
Demand pull inflation terjadi ketika permintaan barang dan jasa melebihi pasokan barang dan jasa yang tersedia. Ketika permintaan lebih tinggi dari pasokan, harga-harga cenderung naik karena konsumen bersaing untuk mendapatkan barang dan jasa yang terbatas.
Bhima juga melihat, deflasi 0,48% secara bulanan dan 0,09% secara tahunan menjadi indikasi masyarakat menahan belanja selama Februari. Kondisi ini memungkinan terjadi karena masyarakat ingin memenuhi kebutuhan saat Ramadan-Lebaran.
“Semoga belanjanya cuma ditunda ya, bukan tidak mau belanja,” ujar dia.

