57 Bulan Beruntun, Surplus Perdagangan Indonesia Januari Capai US$ 3,45 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Januari 2025 mencatat surplus sebesar US$ 3,45 miliar atau naik 1,21% secara bulanan dan 1,45% secara tahunan.
Baca Juga
Ekonom Bank Mandiri Prediksi Surplus Perdagangan Turun Jadi US$ 1,47 Miliar
“Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 57 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Surplus pada Januari 2025 ini ditopang komoditas nonmigas, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. “Pada saat yang sama neraca perdagangan migas defisit sebesar US$ 1,43 miliar dengan komoditas penyumbangnya, yaitu minyak mentah dan hasil minyak,” ucap dia.
Baca Juga
Surplus Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Diproyeksi Menyusut
BPS melaporkan, ekspor Indonesia Januari 2025 sebesar US$ 21,45 miliar atau turun 8,56% secara bulanan dibandingkan Desember 2024.
Sementara itu, impor Januari 2025 tercatat US$ 18 miliar. “Pada Januari 2025, total nilai impor mencapai US$ 18 miliar atau turun 15,18% dibandingkan Desember 2024,” ucap dia.

