Legislator Minta Prabowo Tak Pangkas Beasiswa Pendidikan
JAKARTA, Investortrust.id -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta Presiden Prabowo Subianto tidak memangkas anggaran beasiswa, untuk menjamin keberlangsungan pendidikan para mahasiswa. Dia mempersilakan pemerintah mengurangi anggaran yang lain.
"Anggaran beasiswa ini sangat penting bagi keberlangsungan pendidikan para mahasiswa," kata Lalu dalam keterangan, dikutip Jumat (14/02/2025).
Lalu menjelaskan terdapat dua jenis belanja sosial pendidikan, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan beasiswa pendidikan. Menurut dia, KIP Kuliah tidak terkena efisiensi anggaran. Anggaran KIP Kuliah yang disiapkan sebesar Rp 14,69 triliun.
"KIP Kuliah tidak terkena efisiensi. Salah kalau ada yang memberitakan bahwa KIP Kuliah terdampak penghematan. Sekali lagi saya sampaikan bahwa KIP Kuliah aman, tidak terkena efisiensi," tegas Lalu.
Program Prioritas
Lalu mengungkapkan, KIP Kuliah merupakan program prioritas dan unggulan Presiden Prabowo Subianto, sehingga tidak menjadi bagian efisiensi anggaran. KIP Kuliah sangat penting bagi para mahasiswa.
"KIP Kuliah sudah menjadi kebutuhan dasar bagi mahasiswa dalam menuntut ilmu di perguruan tinggi. Jika terkena efisiensi, maka akan banyak mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan kuliah," ucapnya.
Ketua DPW PKB itu mengatakan, yang terkena efisiensi adalah beasiswa pendidikan. Ada banyak jenis beasiswa yang terdampak penghematan anggaran. Ini adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dipangkas menjadi Rp 19,4 miliar dari pagu awal Rp 194,7 miliar, dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) menjadi Rp 21 miliar dari pagu Rp 213,7 miliar.
Kemudian, Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) menjadi Rp 21,33 miliar dari pagu anggaran Rp 85,3 miliar. Selain itu, beasiswa dosen dan tenaga pendidik dalam dan luar negeri Rp 59,2 miliar, dari pagu awal Rp 236,8 triliun.
Lalu menegaskan, pihaknya akan tetap memperjuangkan agar beasiswa pendidikan tidak terkena efisiensi anggaran. Jika anggaran beasiswa dipangkas, maka akan banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan bantuan biaya pendidikan. Mereka akan sulit membiayai studinya, bahkan terpaksa berhenti.
"Mahasiswa di luar negeri akan sulit melanjutkan studi, kalau anggaran beasiswa dipangkas. Mereka bisa terlunta-lunta di luar negeri," tuturnya.

