JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai Indonesia masih mampu menarik investor global. Nilai foreign direct investment (FDI) atau penanaman modal asing (PMA) trennya terus meningkat.

Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi/BKPM Rakhmat Yulianto mengatakan, salah satu negara yang dinilai masih memiliki peranan penting dalam investasi di Indonesia adalah Amerika Serikat. Terlebih, kebijakan Presiden AS Donald Trump kini menyasar pada negara tetangga, yakni Meksiko dan Kanada. 

“Ternyata, ada juga minat dari perusahaan-perusahaan yang ada di Meksiko dan Kanada itu, melihat Asia Tenggara sebagai salah satu base industrinya untuk menghindari tarif. Namun demikian, memang ini masih menjadi wacana awal saja, belum ada nilai konkretnya seperti apa,” kata Rakhmat dalam acara Investortrust Economic Outlook 2025 di Jakarta, Kamis (13/02/2025).

Baca Juga

BI Perkirakan The Fed Hanya Sekali Turunkan Bunga

Investasi Melonjak 20,8%

BKPM mencatat, realisasi investasi tahun 2024 mencapai US$ 114,3 miliar, atau setara Rp 1.714,12 triliun. Angka ini tumbuh 20,8% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1.419 triliun. Di antaranya, sebesar 24% merupakan investasi di program hilirisasi. 

“Hilirisasi di sini tidak hanya pada hilirisasi di bidang pengolahan mineral. Namun, juga pada pengolahan produk-produk primer seperti produk kehutanan, pertanian, migas, dan produk turunan dari mineral,” tutur Rakhmat.

Realisasi investasi di Indonesia mencetak rekor tertinggi baru pada 2024. Infografis: Diolah Riset Investortrust.

Baca Juga

Simak, Kebijakan Makroprudensial BI Beri Insentif Likuiditas ke Siapa?


Ia menekankan, pihaknya akan berkomitmen untuk terus mendorong kerja sama dengan Kementerian Perindustrian. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas program hilirisasi.

“Dengan demikian, nilai tambah kita tidak hanya berhenti di tier 1 pengolahan mineral, namun juga sampai kepada produk akhir. Sebagai contoh, mungkin nikel kita arahkan menjadi produk akhir baterai kendaraan listrik,” tutur dia.

Seminar Economic Outlook 2025 bertema ‘Menggali Sumber Ekonomi Potensial Menuju Pertumbuhan 8%’ menghadirkan pembicara seperti Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi/BKPM Rakhmat Yulianto di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (13/2/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa