Penanaman Modal Asing Melonjak 148,96% Era Pemerintahan Jokowi
JAKARTA, investortrust.id – Foreign direct investment (FDI) kian menanjak dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini tecermin pada data realisasi penanaman modal asing (PMA) yang trennya makin meningkat, dari kuartal pertama 2015 senilai Rp 82,1 triliun menjadi Rp 204,4 triliun kuartal I-2024 atau melonjak 148,96%.
“Realisasi investasi triwulan I-2024 menembus Rp 401,5 triliun, naik 22,1% year on year atau 9,8% quarter on quarter. PMA mendominasi investasi, dengan mencatatkan realisasi Rp 204,4 triliun atau melonjak 15,5% yoy atau 10,9% qoq. Kontribusinya mencapai 50,9% dari total realisasi investasi di Tanah Air kuartal I lalu,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia di Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga
Dorong Hilirisasi, Jokowi Perpanjang Izin Freeport untuk Ekspor Konsentrat Tembaga
Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilaiRp 197,1 triliun atau melambung 29,7% yoy atau 8,7% qoq. Sumbangannya sebanyak 49,1% dari total investasi.
Berdasarkan lokasinya, investasi terbanyak sudah di luar Pulau Jawa. Nilainya mencapai Rp 201,0 triliun atau 50,1%. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 200,5triliun atau 49,9%.
Data realisasi investasi PMA dan PMDN ini di luar investasi sektor hulu migas, perbankan, lembaga keuangan nonbank, asuransi, sewa guna usaha, industri rumah tangga, serta usaha mikro dan usaha kecil. Sedangkan kurs yang digunakan adalah US$ 1 = Rp 15.000, sesuai dengan asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.
Penyerapan Tenaga Kerja
Peningkatan realisasi investasi ini juga banyak menyerap tenaga kerja Indonesia (TKI). Sepanjang triwulan I-2024, investasi tersebut mampu menyerap TKI sebanyak 547.419. Angka itu di luar tenaga kerja asing yang ikut bekerja.
Penyerapan tenaga kerja tersebut sejalan dengan realisasi investasi di sektor manufaktur yang mencapai Rp 161,1 triliun, atau 40,2% dari total investasi dalam tiga bulan pertama 2024. Nilai ini tidak terlalu banyak berbeda dibandingkan investasi di sektor infrastruktur dan jasa senilai Rp 169,2 triliun atau 42,1%. Sedangkan investasi di sektor primer sebesar Rp 71,2 triliun (17,7%).
Asing Paling Banyak Investasi Logam
Jika dilihat dari lima besar subsektor yang mampu menarik investasi asing, di posisi pertama adalah industri logam dasar, barang logam, serta bukan mesin dan peralatannya. Realisasi investasinya pada triwulan I-2024 mencapai US$ 2,7 miliar atau 20,2%.
Di posisi kedua adalah pertambangan senilai US$ 1,4 miliar. Ini porsinya sekitar 10,3%.
Baca Juga
Berikutnya, di posisi ketiga adalah investasi di subsektor transportasi, gudang dan telekomunikasi senilai US$ 1,2 miliar (8,7%). Keempat adalah investasi industri kimia dan farmasi sebanyak US$ 1,1 miliar (7,9%). Kelima, investasi industri kertas dan percetakan sebesar US$ 1,0 miliar (7,2%).
Di PMDN, investasi terbesar di subsektor transportasi, gudang dan telekomunikasi mencapai Rp 30,2 triliun (15,3%). Kedua, investasi subsektor pertambangan Rp 21,2 triliun (10,8%).
Di peringkat ketiga adalah investasi di subsektor industri makanan senilai Rp 18,8 triliun (9,6%). Keempat adalah investasi jasa lainnya sebanyak Rp 17,3 triliun (8,8%). Kelima, investasi perdagangan dan reparasi sebesar Rp 16,5 triliun (8,4%).

