Dari Pendukung ke Pemimpin: Perempuan dalam Industri Pariwisata Indonesia
Oleh Mayuko Anantawikrama,
Wakil Ketua Umum Iwapi Bidang Pariwisata
INVESTORTRUST.ID - Industri pariwisata Indonesia telah lama menjadi salah satu pilar utama ekonomi nasional. Di balik keberhasilan sektor ini, perempuan memegang peran penting, baik sebagai pelaku usaha, pekerja, maupun penggerak komunitas.
Namun, perjalanan perempuan dalam industri pariwisata tidak selalu mudah. Selama bertahun-tahun, banyak perempuan hanya menduduki posisi pendukung, jauh dari pengambilan keputusan strategis. Namun, kini perubahan mulai terlihat, dengan semakin banyak perempuan mengambil peran kepemimpinan.
Kewirausahaan Perempuan, Perkuat Daya Tarik
Sejarah menunjukkan bahwa perempuan sering berada di posisi pendukung dalam industri pariwisata, seperti staf hotel, pemandu wisata, atau perajin lokal. Meski peran ini esensial untuk pengalaman pariwisata, kontribusi mereka seringkali kurang dihargai dalam konteks pengambilan keputusan strategis.
Namun, dalam satu dekade terakhir, dengan semakin berkembangnya Indonesia sebagai destinasi pariwisata global, perempuan mulai menembus batasan tersebut. Kini, mereka tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga pemimpin dalam manajemen, kebijakan, dan kewirausahaan pariwisata. Berbagai inisiatif untuk mendukung kesetaraan gender dan pengembangan profesional telah menjadi katalis perubahan ini.
Perkembangan kunjungan wisman, wisnus, dan wisnas (WNI ke luar negeri). Sumber: BPS.
Destinasi utama wisatawan internasional. Infografis: Riset Investortrust.
Perempuan telah muncul sebagai motor penggerak bisnis pariwisata lokal, mendirikan usaha seperti eco-lodge, tur budaya, hingga toko kerajinan. Di Bali, Yogyakarta, dan berbagai daerah lainnya, usaha-usaha yang dimiliki perempuan semakin mendapat pengakuan, karena mampu menawarkan pengalaman autentik dan berkelanjutan, yang memperkuat daya tarik pariwisata Indonesia di mata dunia.
Cerita Memikat Wisatawan
Di berbagai negara terbukti, salah satu cara untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan adalah dengan menghadirkan pengalaman berbasis cerita (storytelling). Banyak perempuan di Indonesia memiliki kemampuan unik dalam menceritakan kisah-kisah lokal yang kaya budaya, tradisi, dan sejarah.
Mengemas pengalaman pariwisata melalui cerita dapat memberikan daya tarik emosional, yang membuat wisatawan tidak hanya menikmati keindahan tempat, tetapi juga merasa terhubung secara mendalam dengan budaya setempat. Misalnya:
• Tur budaya dengan cerita lokal: Pemandu wisata perempuan dapat menghidupkan sejarah candi, desa adat, atau tradisi lokal dengan narasi menarik, yang membuat wisatawan merasa menjadi bagian dari cerita tersebut.
• Makanan dengan latar belakang cerita: Pengusaha kuliner perempuan dapat menceritakan asal-usul makanan tradisional atau filosofi di balik bahan dan cara memasaknya, sehingga menciptakan pengalaman yang lebih bermakna. • Kerajinan dengan sentuhan pribadi: Perajin perempuan dapat berbagi cerita tentang proses pembuatan batik, tenun, atau ukiran, sekaligus membangun hubungan yang lebih personal dengan wisatawan.
Wakil Ketua Umum Iwapi Bidang Pariwisata Mayuko Anantawikrama saat melakukan bakti sosial untuk masyarakat Badui Dalam. Foto: dokumentasi pribadi.
Kebijakan pemerintah yang mendukung perempuan, seperti akses ke pembiayaan mikro dan program pelatihan, telah memungkinkan mereka mengambil peran lebih besar. Perluasan program-program ini sangat penting, khususnya untuk menjangkau perempuan di daerah terpencil dan wilayah yang kurang berkembang.
Di sisi lain, masih ada sejumlah tantangan di samping peluang yang bisa terus dimanfaatkan dan dikembangkan. Tantangannya, antara lain, perempuan masih menghadapi hambatan budaya, keterbatasan akses modal, dan kurangnya representasi dalam pengambilan keputusan tingkat tinggi. Sedangkan peluangnya antara lain transformasi digital dalam pariwisata membuka kesempatan besar bagi perempuan untuk memanfaatkan e-commerce, media sosial, dan teknologi guna mempromosikan usaha mereka dan memperluas jangkauan pasar.
Pemimpin Pariwisata Berkelanjutan
Perempuan di Indonesia juga telah menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan, dengan mengintegrasikan budaya lokal dan pelestarian lingkungan ke dalam model bisnis mereka. Sejumlah perempuan pemimpin yang mengedepankan pariwisata berkelanjutan menunjukkan bahwa mereka mampu mendukung tujuan pembangunan ekonomi hijau yang lebih luas, di Indonesia.
Masa depan pariwisata Indonesia pun akan semakin cerah, jika perempuan mendapatkan dukungan yang lebih besar. Kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil diperlukan untuk memberdayakan perempuan.
Program mentorship, pelatihan kepemimpinan, akses pembiayaan, dan inisiatif pariwisata berbasis komunitas yang dipimpin oleh perempuan dapat menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa kontribusi perempuan membentuk arah industri pariwisata di masa depan. Dengan menghadirkan cerita dan layanan yang kaya, autentik, emosional, dan kreatif, perempuan dapat menjadi ujung tombak dalam menciptakan pengalaman pariwisata yang mendalam. Hal ini tidak hanya mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, tetapi juga memperkuat hubungan antara pariwisata dan pelestarian budaya.
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi contoh global dalam menjadikan perempuan sebagai pemimpin perubahan di sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Perempuan juga menjadi contoh nyata di dalam negeri dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan devisa yang makin dibutuhkan negara. ***