Bahlil Sebut FDI Indonesia Sektor Riil Terbesar di Asia Tenggara
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut foreign direct investment (FDI) Indonesia pada sektor riil merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Pernyataan ini disampaikan Bahlil dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2023 di Jakarta, Kamis (7/12/2023).
Melansir sumber kredibel, Bahlil menyebut benua Amerika menjadi penerima FDI tertinggi di dunia. Kemudian disusul oleh Asia Tenggara.
"Dan Asia Tenggara untuk sektor keuangan, Singapura yang paling terbesar. Tetapi di sektor riil Indonesia yang paling besar," ungkap Bahlil.
Menurut Bahlil, sejak tahun 2020 hingga kini, porsi penanaman modal asing (PMA) dalam realisasi investasi di Indonesia lebih tinggi dibandingkan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Baca Juga
"PMA dan PMDN itu perimbangannya sekitar kurang lebih 52-53% untuk PMA dan PMDN kita di 47-48%," ucap Bahlil.
Dalam Rakornas tersebut, Bahlil juga melaporkan kontribusi ekosistem UMKM terhadap ekonomi nasional.
"Arahan Bapak Presiden agar mengurus investasi jangan yang besar-besar saja, UMKM juga harus diurus. Maka kami laporkan pada tahun 2022 Alhamdulillah UMKM berhasil memberikan kontribusi Rp340 triliun kurang lebih," ujar Bahlil.
Bahlil menambahkan kontribusi UMKM sebesar Rp340 triliun didapat di luar dari target realisasi investasi Rp1.207 triliun. Hal ini menurut Bahlil, sebagai bentuk afirmatif negara dalam memberikan kemudahan UMKM lewat nomor induk berusaha (NIB) gratis.
Baca Juga
Jokowi Targetkan Investasi Melonjak 17,86% Jadi Rp 1.650 Triliun, Tahun 2024
Selain itu Bahlil juga menegaskan kembali terkait hilirisasi sebagai arah kebijakan Kementerian Investasi/BKPM ke depan.
"Hilirisasi menjadi bagian penting yang tidak bisa kami kendor. Kepala-Kepala DPMPTSP, Bupati, Wali Kota, Gubernur adalah benteng pertahanan paling terdepan untuk menjaga investasi sebagai hilirisasi," katanya.
Lebih lanjut menurut Bahlil, hilirisasi menjadi upaya dalam menjaga kedaulatan bangsa.
"Jadi kalau ada yang mengatakan hilirisasi adalah jalan yang keliru, saya ingin mengatakan bahwa yang bicara otaknya keliru," tegas Bahlil. (CR-1)

