OJK: Belum Ada BUMN Pipeline IPO Saham Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, hingga saat ini, belum ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun anak usaha BUMN masuk dalam pipeline penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham tahun ini. Walau demikian, OJK tetap optimistis kinerja pasar modal akan melampaui kinerja tahun 2023.
“Untuk tahun 2024 ini, belum ada kelompok usaha BUMN atau anak usaha BUMN yang masuk dalam pipeline IPO. Namun, kami optimistis kinerja penghimpunan dana di pasar modal akan stabil dan bahkan lebih baik dari tahun 2023,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam jawaban tertulis yang dikutip Kamis (22/02/2024).
Baca Juga
Target penghimpunan dana tahun 2024 sebesar Rp 200 triliun, papar Inarno, akan tercapai.
59 Perusahaan Antre
Dalam konferensi pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2024, Inarno membeberkan terdapat 59 perusahaan yang antre melakukan IPO pada tahun 2024. "Sedangkan pipeline penawaran umum telah mencapai 86 efek. Ini indikatif penghimpunan dananya senilai Rp 50 triliun," papar Inarno.
Baca Juga
OJK: Net Buy Rp 20 Triliun, Pasar Saham RI Menguat di Tengah Tekanan Global
Hal ini, kata dia, menunjukkan tingginya antusiasme perusahaan untuk melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia. Inarno menjelaskan pula, sepanjang tahun ini, dana yang dihimpun telah mencapai Rp 12,34 triliun.
“Antusiasme pendanaan melalui pasar modal juga terlihat pada penghimpunan dananya telah mencapai Rp 12,34 triliun,” ujarnya.
Sedangkan BEI mencatat, sebanyak 18 emiten baru telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2024. BEI menargetkan, jumlah perusahaan tercatat di bursa akan bertambah 62 tahun ini.

