Kemenko Perekonomian Pertimbangkan Program Makan Siang Gratis Masuk APBN
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian terus mengkaji program makan siang gratis yang digagas calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (capres) Gibran Rakabuming Raka.
Gagasan makan siang gratis tersebut tengah dipertimbangkan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
“Ini kan baru menjadi pertimbangan, dari beberapa isu yang harus kita siapkan untuk masuk ke anggaran,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, di kantornya, Rabu (06/03/2024).
Baca Juga
Butuh Anggaran Rp 319 Triliun, Makan Siang Gratis Program Rasional
Salah satu yang diantisipasi yaitu pertimbangan harga minyak dan segala macam. Selain itu, pertimbangan lain untuk memasukkan program tersebut ke dalam APBN yaitu pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Biasanya kalau pemerintah lakukan kebijakan tuh kan ada Regulatory Impact Assessment (RIA) segala macam,” ucap dia.
Dida mengatakan harga minyak yang berubah dan asumsi harga beras juga berpengaruh terhadap penentuan anggaran program makan siang gratis. “Kalau kita kan semua hal harus kita minimal diskusikan untuk persiapan kalau memang iya semuanya lebih clear, kita udah siap. Misalnya, kan kantor ini tiba-tiba menangani vaksin,” kata dia.
Baca Juga
Sudah Normal Lagi, Laman Kemenko Perekonomian Sempat Kena Serangan Siber
Dari kajian yang dilakukan, Dida menyebut muncul pertimbangan untuk mengubah anggaran program makan siang gratis. Dia mengatakan program makan siang gratis bisa jadi tidak menggunakan anggaran sebesar Rp 15.000.
“Ya kemarin kan kebetulan di sana Rp 15.000 ternyata make sense, tapi tentu Rp 15.000 di Jakarta dan IKN misalnya pasti beda,” kata dia.

