BPDLH dan UNDP Kucurkan US$ 400.000 untuk Peningkatan ESG 4 Startup
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bekerja sama dengan Program Pembangunan PBB (UNDP) meluncurkan skema pembiayaan berkelanjutan untuk melanjutkan komitmen target Sustainable Development Goal’s (SDG’s) 2030 dan National Determined Contribution (NDC) 2030.
Skema pendanaan tersebut dikucurkan kepada empat perusahaan rintisan (startup) untuk meningkatkan level Environmental, Social, and Governance (ESG) mereka. Selama pelatihan, empat startup tersebut masing-masing mendapat pendanaan sebesar US$ 100.000 dari UNDP untuk periode November 2023 hingga Oktober 2024.
“Karena APBN dan APBD punya keterbatasan, dari situ diperlukan pendekatan baru yang dikenal sebagai pendanaan campuran atau blended finance,” ujar Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/12/2023).
Joko mengatakan skema catalytic funding yang fokus untuk mengembangkan startup agar meningkatkan solusi berbasis ESG. “Sehingga diharapkan teman-teman startup bisa menaikkan leverage,” ujar dia.
Baca Juga
Gandeng Mandiri Capital, BBTN Jajaki Peluang Investasi pada Startup Properti
Joko mengatakan ada empat startup yang digandeng untuk pendanaan. Dia menyebut empat startup ini telah bergabung di Indonesia Impact Fund (IIF).
Pertama, kata dia, yaitu Greenhope. Startup ini bergerak di daur ulang atau pengelolaan sampah. Kedua, yaitu startup berbasis pendidikan bahasa Inggris yaitu Cakap.
“Terus ada FishLog untuk akuakultur. Satu lagi Delos,” kata dia.
Joko menyebut empat startup di batch pertama tersebut akan mendapat pendampingan untuk meningkatkan level ESG.
Baca Juga
Entrepreneur Financial Fiesta Kemenkop UKM Fasilitasi Dana Rp83,2 M ke 253 Startup
“Kita bikin tiga tahap. Tahap satu 20%, tahap dua 30% dan tahap tiga 50%” ucap dia.
Joko mengatakan BPDLH akan mengawal “sekolah” pada startup ini hingga mencapai level ESG yang diharapkan. Setelah “lulus” empat startup tersebut akan mendapat pembiayaan dari Mandiri Capital Investasi.
“Ketika perjalanan kan kita akan bikin estimasi market, kira-kira ketika sampai periode Oktober 2024, ketika mereka siap dari sisi financing, kemudian ESG levelnya juga sudah siap, nanti recap value dari startup-nya berapa, nanti kita buka proyeksi market-nya,” ujar dia. (CR-7)

