Ekonomi RI Tumbuh Tak Sampai 5%, Sri Mulyani Buka Suara
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani buka suara usai Badan Pusat Statistik (BPS) umumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2024 tak sampai 5%. Menurut Menkeu, pertumbuhan di kuartal III-2024 relatif masih positif.
Sri Mulyani menjelaskan struktur produk domestik bruto (PDB) Indonesia bila dilihat komposisi dari pengeluaran atau agregat demand dan sisi produksi, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,91%. Angka ini, kata Sri Mulyani, masih comparable dengan situasi pada kuartal II-2024 lalu.
Sedangkan dilihat dari komposisi investasi, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya, yaitu mencapai 5,15%. Disebut oleh Bendahara Negara, konsumsi rumah tangga dan PMTB mendominasi dengan rasio lebih dari 80% PDB nasional.
"Kalau kita lihat underlyingnya masih kuat," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5%, Menko Muhaimin Bilang Begini
Kemudian dia mengatakan konsumsi pemerintah Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,62%. Selain itu Sri Mulyani juga menyebut catatan positif lain yang ditunjukkan oleh perekonomian Indonesia adalah pertumbuhan ekspor yang lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni mencapai 9,09%.
"Itu berarti sesuatu yang cukup positif," sebut Sri Mulyani.
Sebelumnya pada Selasa (5/11/2024) pagi, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 berada di angka 4,95% year on year. Pertumbuhan ekonomi kuartal III melambat jika dibandingkan dua kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tercatat mencapai 5,11% secara tahunan pada kuartal I dan 5,05% yoy kuartal II.
Menurut Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, pertumbuhan di kuartal III ditopang oleh industri pengolahan. Secara umum, lanjut dia, seluruh lapangan usaha tercatat tumbuh positif. Dia menambahkan, lima lapangan usaha utama yang menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2024 yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.
“Total share kelima lapangan usaha utama sebesar 64,94% terhadap produk domestik bruto atau PDB,” kata dia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/11/2024).

