Kurs Rupiah Merosot usai Trump Deklarasi Kemenangan Pilpres AS
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah ditutup merosot terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan valas Rabu (6/11/2024) ini, usai Donald Trump mendeklarasikan kemenangan pada pemilihan umum (pemilu) presiden di Negeri Paman Sam. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat kurs rupiah merosot 74 poin ke level Rp 15.840/USD.
Sementara di perdagangan pasar spot valas, mata uang Garuda bergerak melemah dalam 96 poin (0,61%) ke level Rp 15.825/USD hingga pukul 16.15 WIB, seperti dilansir Yahoo Finance. Kurs rupiah pada hari sebelumnya tercatat ditutup di posisi Rp 15.729/USD.
"Sesuai ekspektasi pasar mendapat land slide victory, dolar cukup bullish hari ini. Ke depan, dalam jangka pendek, masih cenderung kuat," kata Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David Sumual kepada Investortrust, Rabu (6/11/2024).
Baca Juga
Trump Menang Sementara Kantongi 227 Suara, Kurs Rupiah Merosot Rabu
The Fed Potensi Pertahankan Bunga
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan, pasar tengah bersiap untuk masa jabatan kepresidenan AS kedua Trump, setalah mengungguli Kamala Haris dalam pemilihan presiden 2024. Potensi The Fed mempertahankan suku bunga semakin menguat, dan dolar diprediksi semakin perkasa di tahun-tahun mendatang. Selain itu, ada potensi kembali melonjaknya imbal hasil US Treasury.
Dilansir dari The Associated Press (AP) hingga pukul 16.20 WIB, Trump unggul dengan 267 suara (51,1%), di mana Harris memperoleh 224 suara (47,9%). AP juga menyatakan Trump menang di North Carolina, yang disebut sebagai medan pertempuran utama serta unggul di negara bagian lain yang menjadi penentu, termasuk Arizona, Pennsylvania, Wisconsin, dan Michigan.
"Trump secara luas diperkirakan akan memberlakukan lebih banyak kebijakan (pendorong) inflasi, mengingat pendiriannya tentang perdagangan proteksionis dan (pengetatan) imigrasi. Skenario seperti itu diperkirakan akan membuat suku bunga relatif lebih tinggi dalam jangka panjang," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (6/11/2024).
Baca Juga
Pilpres AS 2024: Donald Trump Menang Electoral dan Popular Vote
Fokus minggu, lanjut dia, juga tertuju pada pertemuan Federal Reserve. Bank Sentral AS secara luas diperkirakan masih berpeluang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
Tekanan Ekonomi Cina
Selain itu, prospek kemenangan Trump menghadirkan lebih banyak tekanan ekonomi pada Cina. Trump telah berjanji untuk mengenakan tarif perdagangan yang tinggi pada Cina, yang akan menandakan lebih banyak tekanan ekonomi pada negara itu saat bergulat dengan deflasi yang terus-menerus dan penurunan pasar properti yang berkepanjangan.
"Fokus minggu ini juga tertuju pada pertemuan Kongres Rakyat Nasional Cina, yang diharapkan akan menghasilkan lebih banyak petunjuk mengenai rencana Beijing untuk stimulus fiskal," ujar Ibrahim.

