Ekspor Sektor Pertanian RI Masih Rendah
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan kinerja neraca perdagangan, khususnya untuk sektor pertanian mengalami defisit selama lima tahun terakhir. Bahkan pada periode Januari hingga Juli 2024 ini, produk pertanian mengalami defisit sebesar US$ 3,81 miliar atau sekitar Rp 59,1 triliun.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag Fajarini Puntodewi, nilai ekspor produk pertanian Indonesia sebesar US$ 2,77 miliar. Sedangkan masuknya produk pertanian ke dalam negeri atau impor mencapai US$ 6,58 miliar.
“Pada tahun ini, periode Januari-Juli, defisitnya mencapai US$ 3,81 miliar. Jadi tentu ini merupakan satu PR (pekerjaan rumah), PR bersama,” ucap wanita yang akrab disapa Punto dalam diskusi Gambir Trade Talk di Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Hal tersebut menurut Punto menjadi tugas seluruh pihak, baik pemerintah maupun eksportir untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor di sektor pertanian. Pasalnya, sektor pertanian menyumbang sebesar 13,78% secara year on year (yoy) terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
“Kita tentu optimis bahwa sektor pertanian ini bisa menjadi andalan Indonesia. Baik untuk menumbuhkan perekonomian nasional, dan yang penting juga ini tadi, meningkatkan devisa kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, anak buah Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas ini menyebutkan kolaborasi antara stakeholders dapat menumbuhkan ekspor di sektor pertanian. Apalagi, menurut Punto dalam hal meningkatkan hilirisasi yang lebih baik ke depannya.
Untuk memberikan masukan juga, lakukan langkah apa yang secara tepat bisa dilaksanakan sehingga hilirisasi ke depan ini bisa berjalan dengan baik. Demikian juga tentunya dengan kementerian yang lainnya, yang merupakan sektor pembina, kementerian pembina daripada sektor-sektor tersebut.
“Bagaimana caranya kita bisa meningkatkan tentunya ekspor daripada produk-produk pertanian tersebut. Baik itu dengan hilirisasi maupun tentu hal lainnya yang memang harus dilakukan secara bersinergi,” terang Punto.

