David Sumual: Keputusan BI Tahan Suku Bunga Sesuai Ekspektasi pasar
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David Sumual mengatakan, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan telah sesuai dengan ekspektasi pasar. Ia juga memaparkan, pergerakan kurs rupiah cenderung fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat.
"Kondisi eksternal masih relatif bergejolak, terutama geopolitik Timur Tengah. The Fed kemungkinan juga ke depan masih akan gradual pelonggaran moneternya," beber dia kepada Investortrust, Rabu (16/10/2024), usai BI mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15-16 Oktober 2024.
.
Baca Juga
Bank Indonesia Tahan BI Rate 6%, FFR Potensi Dipangkas 50 Bps Lagi
Nilai tukar mata uang Garuda tercatat ditutup melesat terhadap dolar Amerika Serikat kemarin sore, usai Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6% pada Rabu (16/10/2024) siang. Jisdor BI mencatat, kurs rupiah menguat ke level Rp 15.536/USD, dibanding pada perdagangan hari sebelumnya di posisi Rp 15.555/USD.
Di pasar spot valas, kurs rupiah juga cenderung bergerak menguat terhadap greenback. Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 16.00 WIB kemarin, kurs rupiah bergerak menguat 69 poin (0,44%) ke level Rp 15.505/USD. Adapun dalam perdagangan sebelumnya, kurs rupiah ditutup pada level Rp 15.574/USD.
Baca Juga
Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 15-16 Oktober 2024 memutuskan mempertahankan suku bunga acuan, BI Rate, sebesar 6,00%. Hal ini sesuai dengan prediksi sejumlah ekonom.
"Suku bunga Deposit Facility juga kami pertahankan sebesar 5,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Keputusan BI ini setelah mencermati berbagai kondisi keuangan global dan domestik,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (16/10/2024).

