Mandiri Sekuritas: Meski Terkendali, Inflasi YoY Agustus Diprediksi Naik ke 3,34%
JAKARTA, Investortrust.id – Mandiri Sekuritas memperkirakan inflasi Agustus 2023 akan kembali naik dipicu rambangan tahun ajaran baru. Diproyeksikan inflasi year on year (yoy) Agustus akan naik menjadi 3,34%, dibandingkan Juli 2023 sebesar 3,08%.
“Inflasi menunjukkan kecenderung kenaikan sejak Juli dipengaurhi belanja musim masuk sekolah. Sedangkan inflasi inti YoY diperkirakan moderat 2,33%, dibandingkan Juli sekitar 2,43%,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas dalam report research, hari ini.
Baca Juga
Profit Taking Landa IHSG, Namun Tiga Saham Ini Tetap Perkasa
Sedangkan harga pangan, Mandiri Sekuritas menyebutkan, cenderung deflasi dari 0,2% Juli menjadi 0,3% pada Agustus tahun ini. Deflasi dipengaruhi daging ayam dan bawang. Begitu juga dengan inflasi transportasi diperkirakan turun dipicu normalnya aktivitas dari liburan.
“Kami tetap mempertahankan target inflasi tahun ini turun ke level 3,2%, dibandingkan realisasi tahun lalu sektiar 5,5%. Bahkan, kami melihat adapeningkatan risiko penurunan, karena dampak El Nino yang terbatas terhadap inflasi pangan. Inflasi diperkirakan mencapai titik terendahnya2,37% pada September,” terangnya.
Baca Juga
Laba Capai Level Tertinggi, Dua Sekuritas Ini Rekomendasikan 'Buy' BRI (BBRI)
Namun demikian, Mandiri Sekuritas menambahkan, inflasi akan kembali meningkat pada kuartal IV-2023 di tengah semakin intensifnya dampak El Nino terhadap harga pangan.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan ke bulan pada Juli 2023 mencapai 0,21%. Untuk tingkat inflasi komponen inti Juli 2023 sebesar 0,13% (month to month/mtm). Sementara itu, inflasi year on year (yoy) sebesar 3,08% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,24. Sedangkan tingkat inflasi year to date (ytd) Juli 2023 sebesar 1,45%.
BPS mengungkapkan tahun ajaran baru pada Juli 2023 akan berimbas terhadap inflasi hingga dua bulan ke depan. Inflasi pendidikan pada Juli 2023 saja sudah naik sebesar 0,66% atau berkontribusi sebanyak 0,04% terhadap inflasi.
Baca Juga
Tak Hanya Saham Terbang 10 Kali, Laba Emiten Milik Prajogo Pangestu (CUAN) Ini Ikut Melesat
Berdasarkan data historis kelompok pendidikan masih berpotensi memberikan andil terhadap inflasi pada dua bulan ke depan. “Inflasi kelompok pendidikan cenderung terjadi pada rentang bulan Juli hinga September bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers awal bulan ini.
Catatan BPS menunjukan bahwa komoditas utama penyumbang andil inflasi Juli 2023 di sektor pendidikan adalah biaya sekolah SD, biaya sekolah SMP, dan biaya sekolah SMA masing-masing sebesar 0,01%.

