Analis Perkirakan Rupiah Melemah Tipis, BI akan Naikkan Bunga
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (01/11/2023) pagi melemah 0,32 persen atau 50 poin menjadi Rp 15.935 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 15.885 per dolar Amerika Serikat. Rupiah diperkirakan melemah tipis ke depan dan Bank Indonesia akan menaikkan kembali bunga, setelah pada bulan lalu secara mendadak memutuskan penaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rata 25 bps menjadi 6%.
“Kurs rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal wait and see keputusan rapat The Fed (Federal Reserve) terhadap kebijakan suku bunga hari ini waktu AS, serta memburuknya data manufaktur Cina. Rupiah melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada kisaran Rp 15.850-15.890 per dolar AS,” kata analis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova, sebagaimana dilansir Antara di Jakarta, Rabu (01/11/2023).
Baca Juga
Harga Makanan Bergejolak Melambung Tinggi, Inflasi Oktober Tembus 2,56% Yoy
Bank Sentral AS itu diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di negara dengan perekonomian tertinggi di dunia itu sebesar 5,5%. Ia menjelaskan, pengendalian inflasi dan penguatan kondisi ketenagakerjaan AS akan menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
“Inflasi masih menjadi fokus pembicaraan mereka, karena melenceng jauh dari target dua persen di AS. Para pejabat AS bakal mempertanyakan apakah kebijakan saat ini masih cukup mendorong inflasi turun atau perlu kebijakan baru,” ucapnya.
Baca Juga
Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar berspekulasi Bank Indonesia akan menaikkan lagi suku bunga acuannya pada RDG (Rapat Dewan Gubernur) BI mendatang. Hal ini karena diperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga 25 bps (basis points) di akhir tahun 2023, ungkap Rully.
Sementara itu, situs BI hingga berita ini ditulis belum menampilkan data kurs rupiah hari ini. Data terbaru yang sudah ditampilkan untuk publik adalah posisi pada Selasa (31/10/2023) kemarin, yakni sebesar Rp 15.897 per dolar AS.

