Asing Kompak Net Buy Saham dan SBN, Bagaimana Prediksi IHSG Hari Ini?
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing mengalir masuk ke pasar saham domestik pada Selasa (10/9/2024), dengan mencatatkan net buy Rp 0,45 triliun di Bursa Efek Indonesia. Demikian pula di pasar Surat Berharga Negara (SBN), non-resident mencatatkan pembelian bersih Rp 1,51 triliun pada Senin (9/9/2024).
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat hari ini. Support pada level 7.720 dan resistance pada level 7.800,” kata Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada di Jakarta, Selasa pagi.
Baca Juga
Harga Emas Antam Melesat Rp 12.000 Jadi Rp 1.411.000 per Gram
Sepanjang September ini, asing mencatatkan pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 3,97 triliun month to date. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net buy saham Rp 31,70 triliun,” papar BEI.
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi pada Senin lalu, dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan melakukan pembelian neto Rp 1,51 triliun. Hal ini membuat net buy secara month to date berbalik positif menjadi Rp 1.49 triliun di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga Senin lalu.
Baca Juga
Prospek Permintaan Melemah, Harga Minyak Dekati Level Terendah 3 Tahun Lalu
Secara year to date asing mencatatkan pembelian bersih Rp 11,17 triliun hingga Senin lalu.
Rekomendasi Saham
Reza Priyambada mengatakan lebih lanjut, IHSG pada Selasa (10/9/2024) ditutup pada level 7.761/38 atau naik 0,76%. Penguatan IHSG dipimpin oleh saham-saham sektor technology (+2,29%) dan infrastructure (+1,63%).
"Sementara itu, asing membukukan net buy sebesar Rp 236,96 miliar di pasar regular dengan saham-saham yang paling banyak dibeli seperti BBCA, BREN, BBRI, MAPI dan KLBF. Katalis pada penguatan IHSG didorong oleh inflow asing yang tinggi dan BI mencatat pertumbuhan pada retail sales menjadi 4,5% year on year pada Juli 2024, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 2,7% yoy," ujar Reza.
Ia juga menyarankan sejumlah saham perlu dicermati pada perdagangan hari ini. Stock recommendation ini mencakup saham Bank Syariah Indonesia (BRIS), Bank MNC Internasional (BABP), Summarecon Agung (SMRA), dan Semen Indonesia (SMGR).
BRIS - Buy
•Harga masih di atas MA60 dan MA 200.
•Candle terakhir berbentuk white spinning top, yang mengartikan saham ini berpeluang besar melanjutkan kenaikannya dalam beberapa hari kedepan.
•Stochastic golden cross.
•Entry Level: Rp 2.610 – 2.630.
•Resistance: Rp 2.790 – 2.965.
•Stop loss: Rp 2.480.
•Target Price: Rp 3.050.
•Support: Rp 2.490.
BABP - Buy
•Harga masih di atas MA60 dan MA 200.
•Candle terakhir berbentuk white marubozu, yang mengartikan saham ini berpeluang besar melanjutkan kenaikannya dalam beberapa hari ke depan.
•Stochastic golden cross.
•Entry Level: Rp 79 – 80.
•Resistance: Rp 87 – 92.
•Stop loss: Rp 74.
•Target Price: Rp 98.
•Support: Rp 75.
SMRA - Buy
•Harga masih di atas MA60 dan MA 200.
•Candle terakhir berbentuk bullish harami, yang mengartikan saham ini berpeluang besar melanjutkan kenaikannya dalam beberapa hari kedepan.
•Stochastic golden cross.
•Entry Level: Rp 620 – 630.
•Resistance: Rp 675 – 715.
•Stop loss: Rp 600.
•Target Price: Rp 740.
•Support: Rp 605.
SMGR - Speculative Buy
•Harga masih di atas MA60.
•Harga bergerak sideways dan mengindikasikan adanya akumulasi beli dalam beberapa hari perdagangan terakhir.
•Stochastic golden cross.
•Entry Level: Rp 3.980 – 4.000.
•Resistance: Rp 4.200 – 4.450.
•Stop loss: Rp 3.720.
•Target Price: Rp 4.700.
•Support: Rp 3.730.
(Disclaimer on)

