Kurs Rupiah Melemah Selasa Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat, dalam pembukaan perdagangan Selasa (2/9/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah hingga pukul 10.00 WIB melemah 58 poin ke level Rp 15.577/USD, dibandingg pada penutupan perdagangan sebelumnya yang bertengger di Rp 15.519/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkap, sentimen pasar saat ini sedang stabil karena data yang lebih positif mengenai ekonomi AS. Selain itu, ekspektasi kuat Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga acuan bulan ini mengangkat suasana hati.
"Pasar sekarang menantikan laporan pekerjaan bulanan utama minggu ini, karena The Fed mengalihkan perhatiannya ke risiko pasar tenaga kerja yang meningkat," kata Andry dalam keterangan di Jakarta, Selasa (2/9/2024).
Sementara pada hari Senin (2/9/2024) waktu setempat, pasar perdagangan valas Amerika Serikat ditutup untuk memperingati Hari Buruh. Hari libur tahunan ini menghormati kontribusi para pekerja Amerika.
Harapan Pemotongan Bunga 50 Bps Turun
Andry menjelaskan lebih lanjut, data yang dirilis pada hari Jumat lalu menunjukkan bahwa harga inti PCE AS tumbuh pada tingkat yang stabil pada Juli 2024, yang melemahkan harapan bahwa bank sentral dapat memberikan pemotongan suku bunga sebesar 50 bps pada pertemuan September ini.
"Fokus sekarang beralih ke laporan pekerjaan AS Agustus, karena perhatian The Fed beralih dari inflasi ke pasar tenaga kerja. Sejumlah pembuat kebijakan The Fed baru-baru ini memperingatkan tentang tanda-tanda pasar kerja yang melemah, di tengah keyakinan bahwa inflasi akan kembali ke target. Dolar AS menguat secara menyeluruh dan diperdagangkan pada level tertinggi dalam dua minggu terhadap euro," paparnya.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah RI tenor 10 tahun IDR naik sebesar 1,70 bps menjadi 6,62% dan meningkat 9,6 bps year to date. Sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah RI tenor 10 tahun USD (INDON) tidak berubah pada level 4,73% dan turun 9,3 bps ytd.
Kemarin, kurs Bank Mandiri mencatat rupiah terdepresiasi sebesar 0,45% menjadi Rp 15.525/USD dan terdepresiasi sebesar 0,83% ytd. "Sedangkan untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 15.482-15.585/USD," tutur Andry.

