Dongkrak Ekonomi Aceh, Bapenas Minta Percepatan Penyelesaian Ruas Tol Aceh-Sumut
JAKARTA, investortrust.id – Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera lebih pesat, khususnya provinsi Aceh, apabila jalan tol Trans Sumatera yang menghubungkan Sumatera Utara (Sumut) ke Aceh dituntaskan.
Meski demikian, Scenaider menyebutkan pembangunan ruas jalan tol yang menghubungkan Sumatera Utara dengan Aceh belum bisa diselesaikan tahun 2024. Yang pasti, pembangunan ruas jalan tol yang menghubungkan kedua provinsi ini telah masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN) dan akan dikebut tahun 2025.
"Pembangunan jalan tol trans-sumatera, jalur Aceh-Medan, sudah masuk PSN. Pembangunan dilanjutkan tahun 2025 dan sudah masuk dalam rencana kerja pemerintah," kata Scenaider dalam rapat kerja bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Baca Juga
PUPR Bikin Rencana Induk Proyek Jalan Tol di Pemerintahan Prabowo-Gibran
Guna menuntaskan proyek tersebut, Scenaider menambahkan, pemerintah menghadapi sejumlah kendala, seperti pembebasan lahan yang tidak mudah. "Kalau itu bisa kita sama-sama urai, kita percaya akan lebih tinggi," tandas dia.
Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan
Sementara itu dilansir dari data PT Hutama Karya, terdapat beberapa ruas jalan tol Trans Sumatera yang menghubungkan wilayah provinsi Aceh. Di antaranya ada ruas tol Binjai-Langsa dengan progress Pembangunan mencapai 58,6%. Ruas tol Langsa-Lhokseumawe yang ditargetkan beroprasi tahun 2025 dengan nilai investasi sebesar Rp 16,85 triliun, namun pembangunan konstruksi belum dimulai.
Kemudian ruas tol Lhokseumawe-Sigli yang ditargetkan beroperasi tahun 2025, namun belum ada pengerjaan konstruksi maupun pembebasan lahan. Ruas tol Lhokseumawe-Sigli diketahui menelan investasi Rp 20,35 triliun. Keempat ada ruas tol Sigli-Banda Aceh yang telah mencapai progress pembangunan hingga 91,4%.
Baca Juga
Mulanya Anggota DPD utusan Aceh, Sudirman, mempertanyakan soal pertumbuhan ekonomi di Aceh yang per kuartal II-2024 kemarin, menyentuh angka 2,79% (q-to-q). Disebut Sudirman, angka tersebut masih tertinggal dari target pertumbuhan ekonomi nasional yang di atas 5%.
"Kami baru melaksanakan reses, di Aceh sampai triwulan II, walaupun direncanakan di atas 5%, di Aceh (pertumbuhan ekonomi) baru mencapai 2,79%," tutur Sudirman.
Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan II-2024 mencapai 2,79% (q-to-q). Sementara pada periode yang sama, secara year-on-year pertumbuhan ekonomi Aceh menyentuh angka 4,54%.

