Indef Sampaikan ‘Concern’ soal Turunnya Kinerja Sektor Pertanian
JAKARTA, investortrust.id – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan, tren pertumbuhan sektor pertanian sempat mengalami penurunan hingga minus 3,54% pada kuartal I-2024.
“Kalau kita lihat pertumbuhan sektor pertanian sejak tahun 2014 sampai tahun 2023, tren pertumbuhan sektor pertanian justru terus merosot. Bahkan di kuartal pertama tahun ini (pertumbuhan) sektor pertanian sempat menyentuh minus 3,54%,” papar Head Center of Food, Energy and Sustainable Indef, Abra Talattov dalam Diskusi Publik Indef: Evaluasi 10 Tahun Pemerintahan Jokowi secara virtual, Selasa (27/8/2024).
Dia menambahkan, pada tahun 2014 sektor pertanian sempat bertumbuh 4,24%. Namun, sampai dengan tahun 2023 lalu sektor pertanian hanya tumbuh sekitar 1,3%. “Padahal sektor pertanian sangat strategis untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan,” tambah Abra.
Baca Juga
Dilema Pupuk Bersubsidi dalam Ketepatan Sasaran dan Pertanian Berkelanjutan
Dia juga menyampaikan, kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional semakin menyusut dari 13,34% pada tahun 2014 menjadi 12,53% pada tahun 2023.
“Dari indikator pertumbuhan dan pangsa sektor pertanian terhadap PDB saja, dapat kita katakan bahwa rapor di sektor pertanian ini statusnya masih merah, belum mencapai apa yang diharapkan di awal kepemimpinan Pak Jokowi,” ucap Abra.
Tak hanya itu, lanjut Abra, kontribusi subsektor tanaman pangan di sektor pertanian juga mengalami pemerosotan. “Ternyata kontribusi dari subsektor tanaman pangan ini terus merosot dari 3,25% di tahun 2014 menjadi 2,26% di tahun 2023 lalu. Begitupun juga dengan tanaman hortikultura, share-nya terhadap PDB juga menyusut dari 1,52% di tahun 2014 menjadi 1,37% di tahun 2023,” ungkap dia.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti soal penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. Berdasarkan data yang dikelola Indef, sektor pertanian berkontribusi menyerap sebanyak 29,36% tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Kejar Swasembada Pangan, Wamen Investasi: Siapkan Fasilitas Impor Sektor Pertanian
“Sedangkan, di sisi lain, pertumbuhan tenaga kerja di sektor pertanian masih tumbuh positif di tahun 2023 lalu sekitar 0,05% (secara nasional),” tandas Abra.
Abra menekankan, pemerintah selanjutnya harus lebih memperhatikan kinerja sektor pertanian yang masih berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja di Tanah Air. “Kalau misalnya kinerja sektor pertanian dari tahun ke tahun terus merosot, artinya akan lebih banyak tenaga kerja kita yang terdampak dari perlambatan pertumbuhan sektor pertanian nasional,” pungkas dia.

