PIER: Pengetatan Kebijakan Moneter Masih Tetap Pengaruhi Kondisi Ekonomi Global
JAKARTA, investortrust.id - Permata Institute for Economic Research (PIER) melihat bahwa dampak pengetatan kebijakan moneter masih tetap mempengaruhi kinerja dari sebagian besar negara-negara di kawasan yang masuk dalam Group of Twenty (G20) ataupun secara global.
Diketahui, G20 merupakan suatu kelompok kerjasama kerja sama multilateral strategis ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, baik negara maju dan berkembang, yang terdiri atas 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.
Hal itu diungkapkan Chief Economist PermataBank Josua Pardede dalam acara PermataBank Virtual Media Briefing - PIER Economic Review: Mid-Year 2024 pada Kamis (8/7/2024).
"Terutama kalau kita lihat di sini beberapa kinerja dari (G20) misalkan Tiongkok (China), kita tahu bahwa di kuartal kedua, China sudah melambat di bawah 5%, dan tentunya ini akan cukup banyak mempengaruhi kondisi ekonomi global," ujar Josua.
Josua menjelaskan, kondisi tersebut pada akhirnya juga akan mempengaruhi ekonomi Indonesia, terutama dari jalur perdagangan dan kinerja ekspor.
Di sisi lain, Josua menyatakan bahwa jika dibandingkan kinerja ekonomi Indonesia sampai kuarta II 2024 dengan sebagian negara-negara lain di dalam G20, secara umum pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik.
"Meskipun memang kami melihat bahwa beberapa hal masih bisa dioptimalkan dari sisi bagaimana kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi bisa lebih berkualitas lagi ke depannya. Karena kalau kita bandingkan secara umum, dalam grup G20 saja, pertumbuhan sekitar 5% sampai dengan 5,1% secara umum masih cukup baik," jelas Josua.
Sebagai tambahan informasi, diberitakan investortrust.id sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2024 sebesar 5,05% year on year (yoy), di tengah ketidakpastian global. Di mana capaian ini turun dibanding kuartal I lalu sebesar 5,11% yoy.
“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2024, bila dibandingkan triwulan II 2023 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,05%. Pada semester I 2024, ekonomi Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,08%, ditopang oleh aktivitas perekonomian domestik yang tetap kuat,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh Edy Mahmud, Senin (5/8/2024).

