Kurs Rupiah Tergelincir Rp 16.160/USD Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (18/7/2024) pagi, seiring data produksi manufaktur di AS menunjukkan kenaikan. Dilansir dari Yahoo Finance, hingga pukul 09.30 WIB, kurs rupiah tergelincir 66 poin ke level Rp 16.160/USD, setelah hari sebelumnya ditutup menguat di posisi Rp 16.094/USD.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, sorotan pelaku pasar kini juga tertuju pada rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan pemilihan umum (pemilu) presiden Amerika Serikat. "Kandidat Presiden AS berikutnya, Donald Trump, kini difavoritkan untuk memenangkan pemilu bulan November. Ia menyatakan Taiwan harus membayar AS untuk perlindungan dan menuduh Taiwan mencuri bisnis semikonduktor Amerika," kata Andry dalam analisisnya, Jakarta, Kamis (18/7/2024) pagi.
Baca Juga
Sementara itu, data produksi manufaktur di AS menunjukkan kenaikan 0,4% (mom) di Juni 2024. Ini mengalahkan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,2%.
"Indeks manufaktur tahan lama tidak berubah. Indeks manufaktur tidak tahan lama meningkat 0,8%, dan indeks penerbitan dan penerbangan meningkat 0,9%," paparnya.
Kemudian, produksi industri AS tercatat naik 0,6% (mom) di bulan Juni 2024. Output manufaktur, yang mencakup 78% dari total produksi, naik 0,4%.
BI Rate Tetap 6,25%
Sementara dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga di level 6,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin. Keputusan ini bertujuan untuk menjaga inflasi di kisaran target 2,5±1% untuk tahun 2024 dan 2025, sekaligus memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar rupiah dan menarik masuknya modal asing.
Suku bunga fasilitas simpanan semalam dan fasilitas pinjaman juga dipertahankan. Masing-masing tetap sebesar 5,5% dan 7%.
"Ini mencerminkan komitmen bank sentral terhadap stabilitas mata uang dan fundamental perekonomian negara yang kuat," ujarnya.
Perekonomian Indonesia disebutnya menunjukkan ketahanan, dengan mencapai tingkat pertumbuhan 5,11% pada kuartal 1 2024. Ini terutama didorong oleh permintaan domestik yang kuat, meskipun terdapat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Hari sebelumnya, Kurs Mandiri mencatat mata uang rupiah pada 17/7/2024 terapresiasi sebesar 0,5% menjadi Rp 16.100/USD dan masih terdepresiasi sebesar 4,6% year to date.
"Rupiah terhadap USD hari ini kemungkinan akan bergerak pada kisaran Rp 16.054-16,145/USD," tuturnya.

