Apindo Berharap Pemerintah dan BI Dapat Tekan Volatilitas Rupiah
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani berharap pemerintah dapat menjaga tingkat volatilitas rupiah. Pelaku usaha berharap nilai tukar tidak hanya terkendali di level yang rendah, tetapi juga stabil.
“Yang penting sebenarnya tidak hanya tingginya. Tapi, jangan sampai ada volatilitas. Itu yang akan sangat mengganggu,” kata Shinta saat mengunjungi kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Shinta mengatakan titik nilai tukar yang berada di level sekitar Rp 16.200/US$ bukanlah titik yang nyaman. Dia mengatakan berdasarkan survei roadmap yang digelar Apindo, pengusaha meminta nilai tukar berada di bawah Rp 16.000.
“Jadi kami apresiasi pemerintah yang terus mencoba untuk mengendalikan nilai tukar. Memang kita harus menjaga. Kalau bisa di level di bawah Rp16.000 tentu saja akan lebih baik,” kata dia.
Baca Juga
Shinta mengatakan nilai tukar rupiah yang tak jauh dari Rp 16.200/US$ bukanlah bentuk ekuilibrium terbaru kendati ia mengakui nilai tukar rupiah di level tersebut relatif stabil.
Menurutnya pelaku industri di Indonesia harus berhati-hati karena ada banyak faktor yang bisa menentukan nilai tukar. Salah satunya, keputusan the Fed dalam menentukan Fed Fund Rate (FFR).
“Jadi hati-hati gitu karena kondisi di Amerika nanti bakal seperti apa, FFR bakal seperti apa, itu juga akan berpengaruh,” kata dia.

