Dolar Melemah Usai Rilis Risalah FOMC, Rupiah Lanjut Menguat ke Rp 16.319/USD
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah menguat usai risalah Federal Open Market Committee (FOMC) dirlis, seiring pelemahan indeks dolar Amerika Serikat. Dalam pembukaan perdagangan Kamis (4/7/2024) pagi, dilansir dari Yahoo Finance, rupiah menguat 45 poin ke Rp 16.319/USD pukul 09.30 WIB, dibandingkan hari sebelumnya di Rp 16.364/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkapkan, indeks dolar AS (DXY) turun menjadi 105,4. DXY bertahan pada level terendah dalam tiga pekan terakhir.
"Hal ini karena pasar terus mengkaji data ekonomi AS, untuk mencari petunjuk mengenai waktu dan sejauh mana Federal Reserve akan menurunkan suku bunganya," kata Andry dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga
IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini KLBF, ISAT, dan ASSA
Silang Pendapat
Selain terus mengulangi pernyataan The Fed yang sedang mencari lebih banyak bukti disinflasi untuk menurunkan suku bunga acuan di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu, risalah rapat The Fed bulan Juni 2024 menunjukkan anggota FOMC memiliki silang pendapat soal seberapa lama mempertahankan suku bunga acuan. Fed Funds Rate tercatat bertahan tinggi 5,25%-5,50%, sementara Bank Indonesia Rate berada di level 6,25%.
"Hal itu menunjukkan tingkat kekhawatiran berbeda soal Fed Funds Rate, terkait potensi risiko yang mungkin ditimbulkan oleh pengetatan berlebihan terhadap pasar tenaga kerja dan pertumbuhan," ucap Andry.
"Hal itu menunjukkan tingkat kekhawatiran berbeda soal Fed Funds Rate, terkait potensi risiko yang mungkin ditimbulkan oleh pengetatan berlebihan terhadap pasar tenaga kerja dan pertumbuhan," ucap Andry.
Sebelumnya Kurs Mandiri mencatat nilai tukar rupiah kemarin terapresiasi sebesar 0,2% ke Rp 16.370/USD, meski masih terdepresiasi sebesar 6,3% year to date. Sedangkan untuk perdagangan hari ini, ia memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.355-16.410 per dolar AS.

