Pangsa Pasar Perbankan Syariah Terus Meningkat Jadi 7,38%
JAKARTA, investortrust.id - Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia terus meningkat menjadi 7,38%, dengan pertumbuhan aset mencapai 9,71% atau Rp 892,97 triliun pada Maret 2024.
Kemajuan tersebut perlu didukung dengan upaya memperluas akses pembiayaan antara lembaga keuangan syariah dengan pelaku usaha syariah, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Untuk itu, Bank Indonesia berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Badan Wakaf Indonesia (BWI) kembali menyelenggarakan Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2024.
"Temanya 'Akselerasi Pembiayaan Syariah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. Pelaksanaan BPS tahun 2024 ini memiliki kebaruan dari tahun sebelumnya," kata Deputi Gubernur BI Juda Agung dalam keterangan di Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Kebaruan tersebut, antara lain, terdapat Project Charter yang diformulasikan dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya, untuk meningkatkan akses pembiayaan terhadap UMKM. Ini menyasar sektor ekonomi kreatif dan pesantren, sehingga program pembiayaan lebih terarah untuk sektor produktif.
Selain itu, periode pelaksanaan lebih panjang. Kegiatan diawali di FESyar regional Sumatra pada Mei lalu dan akan dilanjutkan pada FESyar regional KTI, Jawa, dan main agenda ISEF 2024.
Baca Juga
Januari hingga Mei 2024, Polis Umrah Zurich Syariah Tumbuh 62%
Peran Strategis Indonesia
Ia juga menyampaikan peran strategis Indonesia dalam mendorong kemajuan eksyar. Penguatan ekosistem halal menuju Indonesia sebagai pusat industri halal dunia sudah mendapatkan pengakuan. Hal ini tecermin dari rilis State of Global Islamic Report 2023, yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke 3 dalam Global Islamic Economy Score 2023.
"Ekspansi eksyar dari sisi pembiayaan juga ditunjukkan oleh pertumbuhan pembiayaan syariah pada Mei 2024 yang tumbuh tinggi mencapai 14,07% (yoy). Ini lebih tinggi dari pembiayaan konvensional yang tumbuh 12,15% (yoy)," paparnya.
Untuk meningkatkan porsi pembiayaan syariah, ke depan, diperlukan dukungan strategi yang difokuskan pada tiga hal. Pertama, peningkatan inklusi melalui project charter serta berbagai business matching akan dilakukan, yang menyasar sektor ekonomi kreatif dan pesantren (Islamic ecosystem).
Baca Juga
OJK Catat Total Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 2.000 Triliun
Kedua, peningkatan inovasi. Salah satunya melalui digitalisasi business matching menggunakan platform pembiayaan/pendanaan syariah terintegrasi, untuk pembiayaan komersial syariah dan platform SatuWakaf Indonesia Marketplace untuk pembiayaan sosial syariah.
Ketiga, peningkatan inisiatif bersama melalui sinergi antarlembaga dan industri jasa keuangan syariah, agar dampak yang dihasilkan dapat semakin besar bagi pengembangan keuangan syariah ke depan.

