ADB Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id - Asian Development Bank Principal Economist Arief Ramayandi memproyeksikan Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada 2024 dan 2025. Tetapi, Arief memberikan catatan mengenai kinerja ekspor pada 2024.
“Kita belum bisa berharap ekspor mendorong pertumbuhan di 2024. Ini karena pertumbuhan ekspor di Asia masih rendah,” kata Arief, di Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga
Prabowo Patok Pertumbuhan Ekonomi 8%, Sektor Ini Jadi Unggulan
Kondisi Eksternal Masih Lemah
Arief memprediksi risiko pada 2024 masih berkutat pada kondisi eksternal yang masih lemah. “Pada saat yang sama, kondisi positif datang dari pemilu dan hasil pemilu Indonesia yang relatif aman dan lancar,” kata dia.
Arief mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Asia relatif kuat di angka 5% pada 2023. Ia melihat pelemahan ekspor di regional ini telah menyentuh titik terendah pada 2023. Pada tahun tersebut, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong permintaan domestik.
“Dan, itu mulai direvisi tahun ini dan ke depan. Ini harapannya,” kata dia.
Baca Juga
PLN Klaim Harga Bahan Bakar Hidrogen Lebih Murah dari BBM, Jarak 1 Km Hanya Rp 1.255
Arief melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh permintaan domestik.
“Domestic demand akan menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan dan menghilangkan dampak negatif dari net export. Di 2023, net export masih memberikan sumbangan positif, walaupun kecil,” ucap dia.
Pada 2025, Arief mengatakan, permintaan ekspor dari Indonesia dapat membaik. Jika hal ini terjadi, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini ditopang dari permintaan domestik dapat beralih.
“2025, kami cenderung melihat 'risiko' pada kecenderungan positif. Ini dengan harapan kondisi ekonomi global membaik,” kata dia.

