Volume Impor Logam Mulia Melonjak 91,8% MtM, Imbas Panasnya Geopolitik?
JAKARTA, investortrust.id - Logam mulia dan perhiasan menjadi komoditas yang memiliki catatan tersendiri saat tensi geopolitik dunia meningkat. Aset safe haven ini turut memengaruhi tren perdagangan di Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, logam mulia dan perhiasan menunjukkan tren kenaikan impor dan penurunan ekspor. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, golongan barang ini dianggap sebagai alternatif aset yang bagus seiring eskalasi konflik di Timur Tengah pada April 2024.
“Logam mulia dianggap sebagai alternatif yang aset yang lebih aman,” kata Pudji, di kantornya, Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Baca Juga
Neraca Perdagangan Surplus 48 Bulan Beruntun, Capai US$ 3,56 Miliar April
Pudji mengatakan volume impor logam mulia dan perhiasan atau permata melonjak secara bulanan (month to month/mtm) sebesar 91,8% pada April 2024. Angka impor tersebut mencapai 562 ton.
"Volume impor logam mulia dan perhiasan Maret 2024 tercatat hanya 293 ton. Sedangkan pada April 2023 sebanyak 350 ton," paparnya.
Nilai Impor Melambung
Secara nilai, impor logam mulia dan perhiasan atau permata naik menjadi US$ 248 juta, dari sebelumnya di Maret 2024 hanya US$ 173 juta. Sedangkan nilai impor April 2023 sebesar US$ 152 juta.
Pudji mengatakan, jenis logam mulia dan perhiasan atau permata yang diimpor Indonesia berupa emas batangan yang belum ditempa. Nilai impor komoditas ini tercatat 1,4% dari total impor.
Baca Juga
Ekspor Turun
Sementara itu, Indonesia juga mengekspor 747 ton logam mulia dan perhiasan atau permata pada April 2024. Ekspor komoditas ini memiliki nilai sebesar US$ 894 juta.
Baik dari sisi volume maupun nilai, ekspor logam mulia dan perhiasan atau permata turun secara bulanan. Secara volume, ekspor tertinggi pada periode Januari-April 2024 terjadi pada Maret 2024 sebanyak 1.082 ton, dengan nilai US$ 1.372 juta.
“Seiring kenaikan harga emas di pasar internasional pada 2024 dan penguatan mata uang dolar AS, volume ekspor logam mulia dan perhiasan atau permata menunjukkan tren peningkatan,” kata dia.
Baca Juga
Impor Naik 4,62% YoY Tembus US$ 16,06 Miliar April, Ini Pendorongnya
Berbeda dengan impor, Pudji mengatakan, jenis logam mulia dan perhiasan atau permata yang diekspor Indonesia berupa perhiasan jadi. Ini sekitar 1,94% dari total ekspor.

