Mulai 1 Juni 2024, Sektor Ini Dapat Kucuran Insentif KLM
JAKARTA, investortrust.id - Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, Bank Indonesia (BI) akan memperluas sektor penerima manfaat insentif kredit makroprudensial (KLM). Pernyataan ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II Tahun 2024, secara daring, Jumat (3/5/2024).
Ia menyebutkan perluasan cakupan sektor prioritas kebijakan insentif KLM yakni akan menyasar sektor penunjang hilirisasi, konstruksi dan real estate produktif, ekonomi kreatif, otomotif, perdagangan, listrik-gas-air bersih (LGA) dan jasa sosial. Kemudian BI akan memberlakukan penyesuaian insentif terhadap setiap sektor yang berlaku.
"Penyesuaian besaran insentif akan kita berlakukan mulai 1 Juni 2024," kata Perry.
Baca Juga
BI Kucurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial Sektor Hilirisasi
Ia juga memastikan pemberlakukan insentif KLM juga akan menyasar sektor yang berkaitan dengan proyek strategis nasional (PSN) dan sektor-sektor yang eligible. Selain itu sektor perumahan rakyat juga akan menjadi perhatian BI untuk menerima manfaat insentif KLM.
"Penguatan KLM diarahkan dapat segera memberikan tambahan likuiditas perbankan sebesar Rp 81 triliun sehingga total insentif menjadi Rp 246 triliun," sebut Perry.
Perry mengatakan tambahan likuiditas dari KLM diprakirakan dapat menjadi Rp 280 triliun. Ia menambahkan BI akan terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif.
"Hal itu dilakukan melalui sinergi kebijakan dengan pemerintah, KSSK, perbankan, serta pelaku usaha dunia agar dapat mendukung peningkatan kredit/pembiayaan bagi pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan," jelas Perry.

