Ekonomi RI Bisa Capai 7%, ICMI Ungkap Syarat Ini
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5% - 7%. Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi hingga 7% diketahui sebagai salah satu syarat mengejar target menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor empat di dunia di tahun 2045.
"Itu (target 2045) hanya bisa dilakukan kalau kita punya dua hal, pertama SDM unggul dan kedua bonus demografi nantinya harus dimaksimalkan luar biasa dalam menyongsong agenda ke depan," ungkap Arif usai agenda halalbihalal ICMI di Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (1/5/2024).
Selain dua syarat tersebut, Arif juga mengungkap dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 7%, Indonesia membutuhkan aktivitas ekonomi riil yang konsisten. Ia juga mengingatkan, target menjadi negara dengan ekonomi nomor empat terbesar di dunia akan sulit dicapai apabila tidak mampu merealisasikan pertumbuhan 5% - 7%.
Baca Juga
"ICMI punya komitmen besar untuk terus melakukan proses transformasi bangsa ini dengan menyiapkan SDM unggul," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arif juga menyebutkan halalbihalal menjadi salah satu upaya ICMI mempertemukan tokoh-tokoh bangsa untuk kembali bersatu usai rangkaian pemilihan umum (pemilu) 2024 yang telah berlalu. Ia menambahkan, persatuan bangsa tidak boleh dilepaskan dari komponen penting untuk mencapai cita-cita Indonesia maju di tahun 2045.
"Dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk tantangan dalam bidang pangan, perubahan iklim, lingkungan, serta perubahan peta geopolitik global maka mau tidak mau kita ingin mengajak segenap komponen bangsa untuk bersatu," jelas Arif.
Baca Juga
Ekonom Apindo: Kenaikan BI Rate Munculkan 3 Tantangan bagi Ekonomi Indonesia
Berdasar pantauan Investortrust.id, sejumlah tokoh yang hadir dalam halalbihalal ICMI yang berlangsung di Auditorium Kementan, Jakarta. Di antaranya adalah Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie, Ketua Dewan Pakar ICMI Ilham Habibie hingga tokoh senior Amin Rais.

