Jelang Pertemuan The Fed Berbagai Mata Uang Melemah, Rupiah ke Rp 16.269/USD
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang pertemuan The Fed, Bank Sentral Amerika Serikat, kurs rupiah dan mata uang lain melemah pada pembukaan perdagangan valas Selasa pagi (30/4/2024). Ini seperti yen Jepang dan euro yang melemah terhadap dolar AS.
Mata uang Garuda tercatat melemah terhadap Greenback hingga pukul 09.18 WIB, ke level Rp 16.269/USD. Merujuk data Yahoo Finance, rupiah melemah 20 poin atau 0,12% dibanding hari sebelumnya.
Analis Cheril Tanuwijaya mengatakan, menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) AS pada 30 April-1 Mei 2024, fokus pelaku pasar kembali ke ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, Fed Funds Rate (FFR). FFR saat ini dipertahankan di level 5,25%-5,50%, selisih 75 bps dengan Bank Indonesia Rate yang baru saja dinaikkan 25 bps menjadi 6,25%.
"Pandangan pasar berubah drastis dibandingkan bulan lalu. Jika semula mengemuka kemungkinan pemangkasan suku bunga FFR total 3 kali, menjadi 1 kali pemangkasan suku bunga di akhir tahun 2024," katanya Cheril membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (30/4/2024).
Baca Juga
IHSG Hari Ini Potensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham MAPI, BBCA, PTBA, UNTR, dan BRPT
Dalam 2 hari ini, pelaku pasar akan fokus mencermati hasil FOMC yang diperkirakan kembali menahan suku bunga acuan AS.
Suku Bunga Khusus Cina
Sementara itu, hingga Selasa pagi ini, euro tercatat berada di level 0,9338/USD. Euro melemah 0,0014 poin atau 0,1501%.
Di Asia, yen juga terkoreksi menjadi 156,81/USD. Yen melemah 0,53 poin atau 0,34%.
Pelaku pasar juga mencermati rencana pemerintah Tiongkok untuk melonggarkan syarat pembelian rumah di berbagai kota besar dan suku bunga khusus, untuk pembelian rumah perdana. "Hari ini, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data aktivitas manufaktur dan jasa Cina, yang diperkirakan kembali ekspansif," paparnya.
Baca Juga
Melanjutkan Tren Depresiasi, Rupiah Ditutup Rp 16.249/USD Awal Pekan

