Bank Indonesia Ajak Investor Jepang Tanamkan Uangnya di Indonesia
JAKARTA, investortust.id - Bank Indonesia (BI) mengajak investor asal Jepang untuk berinvestasi di Indonesia. Ajakan ini disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo saat menghadiri promosi investasi dan perdagangan “Indonesia Investment Forum” di Tokyo, Jepang, 6-7 November 2023.
Direktur Departemen Komunikasi BI, Nita Muelgini menyampaikan ada lima faktor utama yang menjadi dasar pertimbangan investasi di Indonesia, di antaranya makroekonomi Indonesia yang stabil, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan reformasi struktural yang terus berlangsung.
“Akselerasi digital ekonomi dan keuangan dan pengembangan ekonomi inklusif,” kata Nita, dalamelalui keterangan resminya, Rabu (8/11/2023).
Baca Juga
Nita mengatakan untuk mendukung iklim investasi di Indonesia muncul pembahasan mengenai local currency transaction (LCT) Indonesia-Jepang. Menurut dia, Jepang sebagai mitra dagang utama Indonesia dapat mengoptimalkan transaksi dengan mata uang lokal melalui LCT.
“Untuk mengurangi dominasi mata uang tertentu pada transaksi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Jepang,” ujar dia.
Nita menyebut dengan LCT akan tercipta kurs nilai tukar yang lebih efisien, pendalaman pasar keuangan dalam mata uang lokal, serta punya aspek teknis yang memudahkan proses remitansi rupiah di Jepang.
Baca Juga
Siap Gandeng Partner Baru, RICY Disebut akan Diakuisisi Perusahaan Asal Jepang
Dia mengatakan LCT antara Indonesia dan Jepang yang mulai diimplementasikan sejak Agustus 2020 terus menunjukkan perkembangan yang positif dan berpotensi untuk terus dikembangkan. “Sejalan dengan terus meningkatnya transaksi perdagangan, yang didominasi sektor manufaktur, pertanian, dan pertambangan kedua negara,” kata dia.
Nita mengatakan bentuk nyata dari dorongan investasi Jepang di Indonesia yaitu BI dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga memfasilitasi business matching dengan investor untuk 10 proyek clean and clear (CnC) Indonesia kepada investor Jepang. 10 proyek yang terpilih bergerak di sektor energi terbarukan, jasa, dan kesehatan.
“Tingginya minat investor Jepang berinvestasi di Indonesia ditujukan dengan penandatangan letter of intent investasi pada sejumlah proyek di Indonesia,” ucap dia. (CR-7)

