Tertinggi dalam Sejarah, Investasi RI Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan penyerapan sebanyak 1.823.543 tenaga kerja pada 2023 atau yang tertinggi sepanjang masa.
Angka ini sejalan dengan pencapaian investasi tahun 2023 senilai Rp 1.418,9 triliun atau melampaui target yang telah ditetapkan awal tahun Rp1.400 triliun.
Baca Juga
BKPM Optimistis Realisasi Investasi 2024 akan Kembali Terlampaui
Demikian penjelasan langsung Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Rabu (24/01/2024). Selain itu, BKPM berhasil mencatat penyerapan tenaga kerja tertinggi dalam sejarah investasi di Indonesia.
Rilis BKPM menyebutkan bahwa investasi di Indonesia sepanjang tahun 2023 berhasil menyerap 1.823.543 tenaga kerja. Bahlil menambahkan, angka tersebut bersumber dari jenis pekerjaan langsung.
"Investasi kita menyerap 1,8 juta tenaga kerja, dari lapangan pekerjaan langsung. Di luar sektor migas, diluar sektor keuangan," ungkap Bahlil.
Meski berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, Bahlil mengakui, masih ada beberapa kekurangan. Ia mengakui, nilai investasi masih belum berbanding lurus dengan jumlah penciptaan lapangan kerja.
"Saya akui penciptaan lapangan pekerjaan belum berbanding lurus. Investasi kita padat modal, karena industri," sebut Bahlil.
Baca Juga
Kontribusi Positif Hilirisasi, Sumbang 26,5% Realisasi Investasi 2023
Ia berujar memiliki pilihan dilematis. Menurutnya, investasi padat modal lebih diprioritaskan dibandingkan padat karya dikarenakan sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kita masih bersyukur masih bisa ciptakan 1,8 juta tenaga kerja. Kalo kita padat karya, sulit maju. Industri akan mendorong upah layak,"
Selain itu, investasi padat model yang berorientasi iklim peningkatan industri juga menjadi jurus Bahlil untuk mendorong kenaikan pendapat per kapita yang sekarang US$5.100 menjadi US$10.000.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Bahlil kembali menyebut hilirisasi sebagai instrumen pendukung.
"Instrumennya hilirisiasi. Kita harus mengupgrade skill anak muda dan pencari kerja. Harus punya skill. Ini capaian tertinggi, 1,8 juta. Saya bermimpi anak2 kita tamanan sekolah tidak hanya pandai berteori tapi juga punya skill khusus," pungkas Bahlil.

