Dorong Pemerataan UMKM, BRI Gelar Microfinance Outlook 2024
Jakarta, Investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, hari ini (7/3), menggelar acara BRI Microfinance Outlook 2024. Direktur Utama BRI, Sunarso mengungkapkan, event ini akan berfokus menghasilkan kontribusi positif untuk mempertajam kebijakan-kebijakan pemberdayaan khususnya di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar tidak hanya memberikan pertumbuhan tetapi juga pemerataan.
Direktur Utam PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Sunarso memberikan sekapur sirih pada acara BRI Microfinance Outlook 2024 dengan tema "Brightening Financial Inclusion Strategy: Microfinance Role in Increasing Sustainable and Inclusive Growth" di Ballroom Menara BRIlliant, Jakarta, Kamis, (07/03/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
“BRI Microfinance Finance Outlook 2024 ini adalah event tahunan, sekarang sudah yang ketiga. Isinya adalah format seminar dan kita undang pembicara yang kompeten dari regulator dan akademisi, juga peneliti,” ujarnya, dalam sambutan di acara BRI Microfinance Finance Outlook 2024, di Jakarta, Kamis (7/3/2024).
Menurutnya, pada 1993 hingga 2019 Indonesia berada di kategori low income country. Kemudian pada 2019 Indonesia keluar menjadi mid income country. Jika dikaji lebih lanjut, faktor pendorong Indonesia masuk menjadi negara berpenghasilan tinggi itu rata-rata dibutuhkan pertumbuhan ekonomi sekitar 6%.
Baca Juga
Direktur ADB dan Peneliti Harvard Bicara Soal Inklusi Keuangan di BRI Microfinance Outlook 2024
”Untuk itu, kita sudah bikin model-model statistik. Ternyata driver pertumbuhan itu adalah sangat signifikan dipengaruhi oleh ekonomi yang digerakan oleh UMKM,” kata Sunarso.
Selain itu, ia mengungkapkan, ada tiga hal yang dapat mendorong pertumbuhan tersebut, antara lain berkaitan dengan human capital yang berhubungan dengan pendidikan, kemudian pentingnya meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan atau menumbuhkan manufaktur, dan yang terakhir ialah bagaimana memutar capital secara nasional.
“Dari situlah yang menjadi latar belakang maka kita ngambil tema sekarang itu kira-kira adalah tentang bagaimana kita tumbuh secara inklusif. Kata kuncinya tumbuh dan merata,” terang Sunarso.
Untuk mencapai pemerataan tersebut, lanjut Sunarso, maka partisipasi masyarakat harus digerakan melalui inklusivitas. Hal ini juga sejalan dengan upaya BRI yang berfokus menjangkau nasabah yang semakin luas, terutama dalam memberikan layanan perbankan kepada masyarakat.
“Hasil dari kajian tersebut selalu kami respon dengan berbagai strategi di BRI. Dan strategi bisnis kita selalu diupayakan untuk inline dengan concern-concern pembangunan ekonomi nasional. Maka kemudian kita kembangkanlah jaringan,” pungkasnya. (CR-13)

