Pertumbuhan Ekonomi Terjaga, Menko Airlangga: Momentum Tepat Dukung Pengembangan EV
JAKARTA, investortrust.id - Perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 4,94% year on year (yoy) per kuartal III-2023. Capaian ini menjadi bukti Indonesia mampu bertahan di tengah berbagai risiko global yang melanda. Padahal banyak negara yang justru terpuruk akibat ketidakpastian ekonomi global ini.
Bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang terjaga, Indonesia mampu mengendalikan inflasi pada kisaran target 2,56% pada bulan Oktober 2023.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan, capaian positif pada kuartal III-2023 tersebut salah satunya ditopang oleh sektor industri pengolahan yang mampu tumbuh sebesar 5,20% year on year (yoy), dengan kontribusi sebesar 18,74% terhadap produk domsetik bruto (PDB).
Industri Alat Angkutan menjadi salah satu sub sektor industri yang tumbuh positif sebesar 7,31% pada kuartal ketiga tahun 2023.
“Saat ini, kekuatan industri otomotif di Indonesia didukung oleh 26 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat, kapasitas produksinya di atas 2 juta dan industri ini menyerap 1,5 juta tenaga kerja,” tutur Menko Airlangga yang hadir secara virtual dalam acara Inabuyer Electric Vehicle (EV) Expo 2023, Selasa (28/11).
Lebih lanjut, Menko Airlangga menekankan bahwa Pemerintah tengah mendorong pengembangan ekosistem Electric Vehicle (EV). “Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon sebesar 358 juta ton CO²e di tahun 2023. Tentu roadmap electric vehicle menjadi penting,” ujar Menko Airlangga.
Pengembangan industri kendaraan listrik Indonesia saat ini mendapatkan momentum yang baik dengan telah didukung oleh kondisi Indonesia yang merupakan produsen bahan mineral logam nikel terbesar di dunia sebagai bahan baku dari baterai EV.
“Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia tentunya menjadi penting karena investasi terus meningkat dan juga penjualan motor listrik mengalami peningkatan,” kata Menko Airlangga.

