Pemerintah Antisipasi Pembangunan KEK Johor oleh Singapura dan Malaysia
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyebut pemerintah mengantisipasi munculnya kerja sama Singapura dan Malaysia untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Johor. Langkah ini dia anggap berbahaya bagi pertumbuhan investasi di dua KEK, Nongsa dan Batam.
“KEK Johor ini progresif sekali, misalnya dari rate listrik sangat kompetitif,” kata Susiwijono, di Hotel Fairmont, Jumat (10/11/2023).
Susiwijono mengatakan KEK Johor membuat calon investor yang akan ke KEK Batam berpindah. Selain insentif, salah satu penyebabnya yaitu eksposur KEK Johor yang besar.
“Jadi tertarik membanding-bandingkan hitungan bisnisnya. Kalau soal bisnis ya hitung-hitungan bisnis yang berlaku,” kata dia.
Baca Juga
Pemerintah akan Cabut Status KEK yang Pertumbuhan Investasinya Tak Signifikan
Menurut Susiwijono, kesepakatan pembentukan KEK Johor muncul karena Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim ingin mengejar ketertinggalan investasi dari Indonesia. “Mungkin (Malaysia) kalah pamor, jadi Johor dibuat,” ujar dia.
Menurut laman resmi Economic Development Board (EDB) Singapura, menyebut Singapura dan Malaysia menyepakati pembentukan KEK Johor-Singapura pada Oktober 2023. Rencananya pembentukan KEK Johor-Singapura dimulai pada Januari 2024.
PM Singapura, Lee Hsien Loong menyebut saat ini ada proses studi kelayakan untuk mengetahui minat investor dan permintaan pasar. Salah satu tujuan KEK ini meningkatkan arus lalu lintas barang, yang artinya pengaturan pajak khusus dan gudang berikat.
Baca Juga
Pemerintah Akui Lemah Bagikan Informasi KEK ke Investor dan Masyarakat
PM Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan akan mempercepat proses studi kelayakan. “Kami memberikan waktu yang sangat singkat agar mereka menyepakati batasan tersebut dan menandatangani MoU paling lambat 11 Januari,” kata Anwar.
Saat ini, Singapura menjadi investor asing kedua terbesar di area Iskandar Malaysia. Nilai investasi Singapura di wilayah tersebut sejak 2006 hingga Juni 2023 mencapai S$ 9,5 miliar, atau setara Rp 109,5 triliun.
Iskandar Malaysia merupakan wilayah seluas 2.300 kilometer persegi. Wilayah ini memiliki lima otoritas lokal bernama Dewan Kota Johor Baru, Dewan Kota Iskandar Puteri, Dewan Kota Pasir Gudang, Dewan Kawasan Kulai, dan Dewan Kawasan Pontian. (CR-7)
Baca Juga
Hingga Kuartal-III 2023, KEK Bukukan Realisasi Investasi Rp 35,71 Triliun

