BI Beberkan Strategi Bangkitkan Ekonomi Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) membeberkan strategi untuk membangkitkan perekonomian nasional. Selain strategi, diperlukan sinergi semua pihak dalam mencapai target Indonesia Maju 2045.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menyebut, menjaga ketahanan dan kebangkitan perekonomian nasional menjadi key message yang penting untuk digaris bawahi.
"Ketahanan ini (berkaitan dengan) kebijakan moneter bersama dengan Fiskal dan KSSK akan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Penting kita bisa bangkit," urai Aida S. Budiman dalam Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) Tahun 2023 di Jakarta, Rabu (31/01/2024).
Baca Juga
Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan Kredit Berkelanjutan di Atas 10%
Kemudian, dalam upaya mencapai kebangkitan perekonomian nasional, ia membeberkan tiga strategi yang dapat ditempuh.
Pertama, ia menyebutkan Indonesia harus terus bertransformasi menjadi negara industri. Kedua, ia mendorong agar Indonesia memiliki sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, yakni sektor pariwisata.
Kemudian ketiga, Aida mengingatkan agar transormasi industri hingga sektor pariwisata dapat menyerap tenaga kerja secara optimal.
"Satu dan dua tadi harus bisa menyerap tenaga kerja. Dengan demikian level pertumbuhan ekonomi akan lebih sustainable dan berkualitas," ucapnya.
Baca Juga
Pemprov Bali Sebut Kondisi Pariwisata Masih dalam Pemulihan, Ini Indikatornya
Sementara itu, Deputi Gubernur BI tersebut juga mengungkapkan ketiga strategi di atas memiliki sebuah kunci penting.
"Kuncinya apa? Hilirisasi. Tapi hilirisasi harus dilakukan dengan dua lintasan," sebutnya
Ia menambahkan hilirisasi perlu dikebut menjadi dua lintasan besar. Pertama, hilirisasi intensif kapital atau yang dikenal dengan hilirisasi minerba. Kedua, adalah hilirisasi pangan.
"Jadi ini penting untuk dilakukan. Sektor pertanian menyerap 30% dari tenaga kerja kita," tandasnya.
Membangkitkan Ekonomi Nasional
Dalam pengimplementasian strategi tersebut, BI mengungkap yang menjadi sorotan utama ialah Kementerian/Lembaga yang menjadi stakeholders harus sama-sama memiliki sinergi dalam kebijakan nasional.
BI juga menyebutkan setidaknya ada lima langkah yang perlu dilakukan sebagai bentuk implementasi strategi-strategi di atas. Pertama ialah menjaga stabilitas makroekonomi.
Kemudian menjaga stabilitas sistem keuangan, serta mendorong transformasi ekonomi dan keuangan digital. Keempat, transformasi hilirisasi pangan dan hilirisasi minerba.
Dan kelima tentu harus disertai dengan kebijakan investasi, perdagangan dan meningkatkan infrastruktur yang memadai.
"Bila dengan demikian maka kapasitas perekonomian kita akan mengalami peningkatan," pungkasnya.

