Timur Tengah Makin Panas! Dampak Inflasi Ancam RI
JAKARTA, investortrust.id - Kawasan Timur Tengah semakin panas usai Israel melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer Iran, Jumat (19/5/2024). Hal tersebut dikhawatirkan sejumlah pengamat akan memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia, salah satunya adalah inflasi.
Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh Senior Fellow Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta. Ia mengatakan, dampak yang akan ditimbulkan dari meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah tersebut akan sangat bergantung dari respons kedua negara beserta sekutunya.
"Dampak lain yang akan sangat terasa adalah pada sektor energi karena mayoritas minyak yang melewati jazirah Arab, dikapalkan untuk Pasar Asia," kata Krisna dalam keterangan tertulis, Jumat (19/4/2024).
Ia menyebut harga minyak dunia diprakirakan akan naik, terutama jika Amerika Serikat dan sekutunya memberikan sanksi ke Iran hingga mempersulit negara tersebut dalam melakukan penjualan. Disebutkan Krisna, kenaikan harga minyak akan berpengaruh terhadap APBN 2024 dikarenakan dapat mengubah besaran belanja hingga defisit fiskal.
Baca Juga
Tensi Timur Tengah Meningkat, Menko Airlangga: Kita Tak Perlu Reaktif
Kenaikan harga minyak juga berimbas pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sehingga menambah beban subsidi pemerintah. Hal ini tentu dapat mengakibatkan kenaikan sejumlah harga komoditas hingga inflasi di tanah air.
"Namun, saya rasa masih ada channel lain bagi Iran untuk menjual minyak karena mereka sudah pernah kena sanksi sebelumnya dan sudah punya cara mengurangi dampak sanksi tersebut," ucap Krisna.
Sementara itu, meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat konflik Iran dan Israel, pemerintah Indonesia dituntut untuk segera mencari solusi agar dapat meminimalisir dampaknya terhadap perekonomian domestik. Salah satunya ialah terus mengutamakan diplomasi.
Krisna juga mendorong agar pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya apabila inflasi terhadap harga minyak dunia terjadi, Indonesia akan membutuhkan lebih banyak dolar untuk mengimpor BBM.
Baca Juga
"Hal itu juga mendorong rupiah makin terdepresiasi terhadap dolar, sesuatu yang sudah cukup menyulitkan saat ini," pungkas Krisna.
Israel meluncurkan rudal ke arah Iran pada Kamis malam (18/4/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (19/4/2024) WIB. Ini merupakan balasan setelah serangan rudal dan drone Iran ke Israel akhir pekan lalu, demikian para pejabat AS kepada CBS dan ABC News, Jumat.
Belum diketahui berapa banyak rudal yang diluncurkan dan telah mencapai sasaran di Iran dan seberapa efektif dampaknya.

