BI Perkirakan Bunga The Fed Baru Turun Semester II-2024
JAKARTA, investortrust.id - Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan melambat, dengan ketidakpastian keuangan yang mereda. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan, suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) baru turun semester II-2024.
Ekonomi global dipekirakan tumbuh sebesar 3% pada 2023 dan akan melambat menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika Serikat dan India tetap kuat didukung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Sedangkan ekonomi Tiongkok melambat, seiring dengan tetap lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi, sebagai dampak lanjutan dari pelemahan kinerja sektor properti, serta terbatasnya stimulus fiskal.
Baca Juga
Survei WEF : Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Melemah Tahun 2024
Penurunan inflasi di negara-negara maju termasuk AS berlanjut, meski masih berada di atas sasaran. Sementara inflasi Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Siklus kenaikan suku bunga kebijakan moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diperkirakan berakhir, meski masih bertahan tinggi pada semester I-2024. “Kemungkinan (FFR), akan mulai menurun pada semester II-2024. Yield obligasi pemerintah negara maju US Treasury menurun secara gradual, tapi masih berada di level tinggi sejalan dengan premi risiko jangka panjang term premia terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah AS,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulanan Januari 2024, Jakarta, Rabu (17/01/2024).
Baca Juga
Dipicu Pernyataan Hawkish Pejabat The Fed, Imbal Hasil Treasury 10-tahun Melambung di atas 4%
Suku bunga acuan The Fed saat ini berkisar 5,25%-5,50%. The Fed diperkirakan menurunkan FFR 3 kali tahun ini sebesar 75 basis poin (bps).

