Bank Mandiri Perkirakan Suku Bunga The Fed dan BI Bertahan
JAKARTA, investortrust.id – Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memprediksi, apabila suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) bertahan di 5,5%, suku bunga Bank Indonesia (BI) diprediksi tetap pada level 6,00%.
“The Fed flat, maka BI flat. Flat lah harusnya. Kita view-nya masih sama. Paling cepat Juni, tapi tetap melihat bagaimana data inflasi Amerika,” ujarnya, di Jakarta, Senin (18/3/2024).
Baca Juga
CEO JP Morgan Desak The Fed Turunkan Suku Bunga pada Juni, Ini Alasannya
Jika tahun ini The Fed menurunkan suku bunga, dia memperkirakan, maksimal sekitar 75 basis poin (bps). Hal tersebut tidak lepas dari perkembangan market yang sangat dinamis tahun ini. Bahkan, kondisi volatile pasar diprediksi berlanjut sejak 2022 hingga 2024.
“Kita berharap 2024 itu mulai less volatile, ternyata tidak dan sama saja. Kalau dilihat dari probability yang market, probability dari rate card-nya The Fed, itu kan tadinya semua expect bulan Maret (turun), tapi ternyata data inflasinya masif tinggi,” kata Asmo.
Baca Juga
Powell: The Fed ‘Tak Jauh’ Lagi dari Titik Pemangkasan Suku Bunga
Kemudian ekspektasi penurunannya mundur ke bulan Mei, lalu mundur lagi ke Juni. Namun, kalau dilihat Juni probability-nya masih 50:50. Hal ini menandakan market masih di drive dari data atau kondisi dari perekonomian di Amerika Serikat (AS).
”Kalau perekonomian mereka masih strong, sekarang kan debatnya apakah AS soft lending atau hard lending,” jelas Asmo. (CR-13)

