Berlanjut, Asing Net Sell Saham Rp 1 Triliun Hari Ini, di SBN Rp 0,05 Triliun Kemarin
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing keluar dari pasar saham domestik pada perdagangan Jumat (23/02/2024), dengan mencatatkan net sell Rp 1,05 triliun. Hal ini melanjutkan penjualan bersih yang terjadi pada Kamis (22/02/2024) di Bursa Efek Indonesia, senilai Rp 0,25 triliun.
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis oleh Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi pada Kamis kemarin (22/02/2024). Nonresiden di pasar SBN melakukan jual neto Rp 0,05 triliun.
Baca Juga
IHSG Akhir Pekan Anjlok 44,54 Poin, Saham SURI, RAJA, dan VKTR Tetap Melesat
Meski demikian, sepanjang bulan Februari ini, asing masih mencatatkan pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) month to date senilai Rp 10,42 triliun. Sedangkan di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga Kamis (22/02/2024), asing masih membukukan penjualan bersih Rp 5,7 triliun.
Secara year to date, akumulasi pembelian saham asing di BEI senilai Rp 21,08 triliun. Sedangkan di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan, asing mencatatkan penjualan bersih year to date hingga Kamis (22/02/2024) Rp 5,86 triliun.
Dana Asing Keluar
Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, dana asing keluar dari pasar saham domestik pada perdagangan Jumat (23/02/2024), dengan mencatatkan net sell Rp 1,05 triliun. Hal ini melanjutkan penjualan bersih yang terjadi pada Kamis (22/02/2024) di Bursa Efek Indonesia, senilai Rp 0,25 triliun.
“Pada Jumat lalu, IHSG (indeks harga saham gabungan) di BEI terkoreksi ke 7.295 dengan masih didominasi volume penjualan, dan koreksi IHSG telah mengenai target koreksi minimal kami. Selanjutnya, pada label hitam, posisi IHSG sedang berada di awal wave c dari wave (ii), yang berarti masih rawan melanjutkan koreksi untuk menguji 7.202-7.234 dahulu,” kata Head of Research Retail MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana, Jakarta, Senin (26/02/2024).
Pria yang akrab disapa Didit ini menjalaskan, level support IHSG diperkirakan 7.197, kemudian 7.099. Sedangkan resistance berada di 7.370, kemudian 7.403.
Baca Juga
Prospek FFR Masih Tinggi, Ini Posisi Rupiah di Pasar Spot dan Jisdor

