Bos Citi Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dan Transformasi di Tengah Gejolak Global
JAKARTA, investortrust.id - Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia, Batara Sianturi mengatakan, sinergi dan kolaborasi antara sektor perbankan, dunia usaha, dan pemerintah bisa menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tahun ini.
Menurutnya, ekonomi nasional tetap berdaya tahan meski berada di tengah gejolak global dan situasi di dalam negeri yang mengalami ketidakpastian. Indonesia menjadi salah satu dari negara G20 yang tahun ini menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu), namun tetap memiliki ketahanan.
“Current account kita masih terjaga dengan baik di sekitar -0,5% hingga -1% terhadap PDB (produk domestik bruto) selama 2023. Maka, hal ini sangat baik bagi bond market,” ujar Bos Citi tersebut, dalam keterangan resminya, Selasa (13/2/2024).
Baca Juga
Selain itu, lanjut Batara, dari sisi cadangan devisa juga masih sangat robust, tercatat mencapai US$ 146,4 miliar hingga akhir Desember 2023. Dengan ini, sangat memungkinkan Bank Indonesia (BI) untuk lebih fleksibel dalam melakukan intervensi pasar.
“Dari segi fiskal, kita memiliki estimasi buffer fiskal sekitar 2,15% dari PDB 2024. Terakhir, saat ini imbal hasil obligasi 10 tahun Pemerintah Indonesia cukup baik, diperkirakan lebih dari 3,5% dibandingkan negara Asia lainnya (termasuk India) yang diproyeksikan kurang dari 3%,” katanya.
Baca Juga
Pangkas Subsidi lewat Jargas, 900 Ribu Sambungan Rumah Sudah Terpasang
Oleh karena itu, saat ini Indonesia tinggal menunggu penurunan suku bunga The Fed guna mendorong kondisi yang lebih baik lagi bagi bond market domestik.
Di sisi lain, terkait pengaruh pemilu, Batara mengungkapkan bahwa investment loan berpotensi tertunda selama satu sampai dua kuartal karena korporasi masih menunggu lanskap politik yang terjadi.

