Kontribusi BUMN Meningkat, DPR Apresiasi Erick Thohir
JAKARTA, investortrust.id - DPR mengapresiasi kinerja Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam memimpin Kementerian BUMN dan BUMN. Erick dinilai mampu mengimplementasikan tugas BUMN yang tidak sekadar korporasi yang mengejar keuntungan semata, melainkan mampu berkontribusi bagi perkembangan perekonomian dan penerimaan negara.
Realisasi kontribusi BUMN kepada negara hingga kuartal III-2023 tercatat telah mencapai Rp 448 triliun, baik melalui dividen, pajak, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sedangkan total kontribusi BUMN dalam tiga tahun terakhir pada 2020-2022 mencapai Rp 1.318 triliun, melonjak Rp 39 triliun dari periode 2017-2019 yang sebesar Rp 1.279 triliun
"Tercatat kinerja BUMN konsolidasi 2023 mengalami peningkatan. Ini ditunjukkan oleh peningkatan pendapatan dan laba BUMN," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima dalam keterangan usai rapat kerja (raker) dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Gedung DPR, Jakarta, Senin (04/12/2023).
Baca Juga
Kontribusi BUMN ke Negara Tembus Rp 448 Triliun hingga Kuartal III
Bima menegaskan langkah Erick membawa dampak yang signifikan dalam meningkatkan kinerja dan kontribusi BUMN terhadap perekonomian dan penerimaan negara. Perusahaan pelat merah ini juga memberikan dampak sosial positif yang besar terhadap masyarakat.
"Pemerintah melalui Kementerian BUMN memang harus memastikan bahwa BUMN mampu berkontribusi secara maksimal untuk menghasilkan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat," ucap Bima.
Perlu Ditingkatkan
Bima berharap Erick dapat menjaga dan meneruskan tren positif BUMN untuk tahun depan. Pasalnya, peningkatan kontribusi BUMN akan berdampak besar bagi negara dan masyarakat.
Baca Juga
"Langkah-langkah yang dilakukan Kementerian BUMN harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan, untuk memastikan kinerja BUMN semakin baik pada 2024 dan tahun-tahun selanjutnya. BUMN punya peran besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, PDB (produk domestik bruto), investasi, penerimaan pajak, ekspor, hingga pelaku UMKM," kata Bima.

