BPS Sebut Komoditas Penyumbang Inflasi Saat Nataru, Cek
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga sejumlah komoditas dan layanan pada Desember 2023. Kenaikan harga dikhawatirkan dapat menjadi penyumbang inflasi jelang Natal dan tahun baru (Nataru) 2023-2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyebutkan, kelompok komoditas dan jasa yang cenderung mengalami kenaikan harga dan menjadi penyumbang inflasi sejak Desember 2019-2022, di antaranya angkutan udara, telur ayam ras, kemudian cabai rawit, dan cabai merah.
“Dalam 5 tahun terakhir terlihat bahwa di bulan Desember selalu terjadi inflasi. Ini bisa kita lihat pada inflasi umum dimana inflasi ini selalu meningkat pada Desember,” ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dikutip dari Youtube Kemendagri, Senin (18/12/2023).
Baca Juga
Harga Cabai di Sumedang Meroket Hingga 120 Ribu/Kg, Ini Penjelasan Mendag Zulhas
Pudji menjelaskan, komoditas telur ayam ras berpotensi menjadi penyumbang inflasi setiap Desember pada tiga tahun terakhir, yakni para Desember 2022 telur ayam ras mengalami inflasi sebesar 2,98%, sementara di tahun sebelumnya tercatat lebih rendah 2,34%.
“Kemudian daging ayam ras. Ini juga cenderung mengalami inflasi pada Desember dengan inflasi yang relatif tinggi. Jadi kalau kita lihat pada Desember 2022 terjadi inflasi daging ayam ras sebesar 8,58%,” terang Pudji.
Adapun, Pudji mengungkapkan bahwa cabai merah ini juga selalu terjadi inflasi pada Desember tiga tahun terakhir. Namun menurutnya, inflasi pada Desember 2021 dan 2022 tercatat relatif masih dapat terkendali, yakni 2,34%.
Sementara untuk cabai rawit juga tercatat selalu menjadi penyumbang angka inflasi pada Desember. Angka inflasi cabai rawit di Desember 2021 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan periode lainnya.
“Jadi pada Desember 2021 inflasi cabai rawit mencapai 85,98%, sedangkan di Desember 2022 mencapai 15,77%,” tandasnya. (CR-9)

