Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Total Perdagangan Capai US$4,84 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia dan Rusia menjajaki perluasan kerja sama perdagangan, investasi, dan industri strategis, termasuk sektor perkapalan dan kedirgantaraan. Upaya ini dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor, Jumat (16/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral yang menunjukkan perkembangan positif. Total perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025 mencapai US$4,84 miliar, meningkat sekitar 21,6% dibandingkan 2024 sebesar US$3,98 miliar.
Sejumlah komoditas yang berperan penting dalam perdagangan kedua negara meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk.
Baca Juga
Airlangga mengatakan, Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Pemerintah Indonesia mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, perluasan kemitraan antarpelaku usaha, serta pengembangan teknologi dan kapasitas industri nasional.
“Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Airlangga.
Penguatan hubungan ekonomi kedua negara juga dilakukan melalui partisipasi delegasi bisnis Rusia dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Airlangga menyambut kehadiran delegasi tersebut sebagai momentum untuk mempererat hubungan antarpelaku usaha dan membuka peluang kemitraan komersial baru.
Pertemuan bisnis selama TEI 2026 diharapkan dapat mendorong diversifikasi perdagangan sekaligus memperluas peluang investasi dan kerja sama industri.
Baca Juga
Menko Airlangga: Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan dari India dan Vietnam
Denis Manturov menekankan pentingnya membangun kontak bisnis sebagai salah satu faktor utama untuk memperluas hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara.
Menurut Manturov, kehadiran delegasi bisnis Rusia di TEI 2026 merupakan tindak lanjut partisipasi Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran INNOPROM di Yekaterinburg pada Juli 2026.
“Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri,” ujar Manturov.
Ratifikasi Perjanjian
Selain membahas peluang kerja sama industri, Indonesia dan Rusia turut menyoroti perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (Indonesia-EAEU Free Trade Agreement/I-EAEU FTA).
Perjanjian tersebut diharapkan membuka akses pasar lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur. Kesepakatan ini juga diharapkan memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU.
Saat ini, proses ratifikasi I-EAEU FTA telah mendekati tahap penyelesaian. Kedua pihak berharap seluruh prosedur yang diperlukan dapat diselesaikan sebelum akhir 2026 sehingga perjanjian tersebut dapat segera berlaku efektif atau Entry into Force (EIF).
Pertemuan Airlangga dan Manturov merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, pada September 2026, serta hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia di Kazan, Rusia, pada Mei 2026.
Baca Juga
Anindya Bakrie: Target Ekonomi 8% Harus Tercapai, UMKM Kunci Keluar dari 'Middle Income Trap'
Kedua pihak sepakat melanjutkan penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain pertanian, teknologi, industri, serta pengembangan rantai pasok. Kerja sama juga diarahkan pada penjajakan kolaborasi industri di sektor perkapalan dan penerbangan.
Langkah tersebut diharapkan memperluas peluang kemitraan antarpelaku usaha, meningkatkan kapasitas industri nasional, dan mendorong hubungan ekonomi bilateral yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Ferry Irawan.
