Dongkrak Ekonomi RI, Airlangga Ungkap Tiga Mesin Ekonomi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Menko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyebutkan tiga mesin utama mesin penggerak ekonomi Indonesia ke depan. Ketiganya perlu dioptimalkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai target.
Hal ini disampaikan Airlangga dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia di The St. Regis Jakarta, Jumat (22/12/2023).
"Engine itu penting, ketika pandemi Presiden mengenalkan rem dan gas, kalau sekarang kita berharap mengoperasikan tiga engine, kalau pesawat apabila mesin tiga lebih aman, 1 mati yang dua masih aman," sebut Airlangga dalam pidatonya.
Baca Juga
Menko Airlangga: Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Dorong Konsumsi Domestik
Tiga penggerak pertumbuhan itu mencakup, mesin ekonomi konvensional, mesin ekonomi baru, dan mesin ekonomi Pancasila. Mesin konvensional, menurut dia, ditopang oleh kekuatan sumber daya alam dan keunggulan dari sisi demografi. Mesin tersebut perlu direvitalisasi dan diperbesar melalui peningkatan produktivitas, investasi baru, peningkatan volume ekspor, dan perluasan pasar ekspor.
Indonesia, terang dia, perlu mempertimbangkan pasar Amerika Latin, selain Afrika yang tengah disasar."Ada kunci yang membuat kita masuk pasar Amerika Latin, yaitu CPTPP dan OECD sekaligus pasar Kanada, Meksiko, Chili dan Peru dengan keketuaandipegang Jepang," terangnya
Mesin kedua, terang Airlangga,merupakan mesin ekonomi baru sebagai akselerator pertumbuhan di masa mendatang. Implementasinya melalui penerapan aplikasi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam berbagai sektor ekonomi, pengembangan industri semikonduktor, serta pengembangan ekonomi hijau dan energi terbarukan. "Kita sudah punya roadmap sampai 2045 dan Perpres sudah ada," tandas Airlangga.
Baca Juga
Kementerian BUMN Ungkap 3 Tantangan dan Solusi Pembiayaan Transisi Energi RI
Sedangkan mesin ketiga, ekonomi Pancasila yang menyeada menyempurnakan dua mesin ekonomi yang sudah ada. Mesin ini menciptakan perekonomian yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia dan berkeadilan.
Untuk memastikan berjalannya tiga mesin pertumbuhan itu, Airlangga Hartarto, memberi catatan tentang pentingnya memastikan ketahanan pangan dan energi. Dua aspek ini akan menjadi tantangan sejumlah negara saat ini, termasuk Indonesia.
"Meski menghadapi tantangan tersebut, kami optimistis ekonomi indonesia tahun 2023 bertumbuh di atas 5%," terangnya. Bahkan, terang dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 bisa berada di atas 5,2%. (CR-1)

