Wamenekraf: Ekonomi Kreatif Jadi Strategi Perkuat Kelas Menengah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pengembangan ekonomi kreatif untuk memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat kelas menengah. Strategi ini dijalankan melalui tiga program unggulan yang menyasar potensi kreatif daerah hingga akses pasar global.
Strategi itu disampaikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar pada Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Rapat tersebut membahas kolaborasi pemberdayaan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan dan penguatan kesejahteraan kelas menengah.
Untuk mendukung target tersebut, Kemenekraf menjalankan tiga program, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia. Ketiganya dirancang untuk membuka peluang usaha dan kerja, khususnya bagi generasi muda.
Irene mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif harus dilakukan dari hulu hingga hilir dengan memaksimalkan potensi daerah. Aktivasi Desa Kreatif diharapkan mendorong lahirnya usaha, pendapatan, dan lapangan kerja baru.
“Ekonomi kreatif tumbuh dengan membangun ekosistemnya dari hulu sampai hilir. Kita mulai dari desa karena banyak potensi dan kekayaan kreatif justru lahir dari daerah,” kata Irene dalam keterangan resmi, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga
Selain pengembangan potensi daerah, Kemenekraf mendorong penguatan talenta dan wirausaha muda melalui Creative Hub. Fasilitas ini menjadi ruang untuk belajar, bereksperimen, berkolaborasi, membangun jejaring, dan mengembangkan usaha.
Program ketiga, Creative by Indonesia, berfokus pada perluasan akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif. Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan dengan pembeli, penjajakan bisnis (business matching), serta pengembangan kerja sama hingga pasar global.
“Ketiga inisiatif ini kita bangun bersama untuk memastikan bahwa potensi kreatif tidak berhenti menjadi potensi: ada yang mengembangkan talenta, ada yang memperkuat usaha, dan ada yang membuka jalan menuju pasar,” jelas Irene.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar mengatakan, upaya tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Dia menekankan pentingnya kolaborasi antarkementerian untuk mendorong masyarakat keluar dari kemiskinan sekaligus memulihkan kelas menengah.
“Antisipasi kita, tentu akan terus berusaha mendorong agar kelas menengah yang turun bisa naik, kelas yang miskin juga naik secara bersamaan dalam satu tangga,” ujar Cak Imin.
