Target Pertumbuhan Ekonomi 6% untuk Dorong Masyarakat Indonesia Cepat Kaya
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyebut bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada asumsi APBN 2027 merupakan langkah untuk memanfaatkan bonus demografi. Saat ini, Indonesia memasuki jumlah penduduk usia muda yang lebih tinggi dibandingkan usia tua.
Ketika fase bonus demografi tersebut berakhir, penduduk usia muda akan menanggung penduduk usia tua.
“Artinya apa? Kita bisa tua sebelum kaya. Jadi angka 6% tahun depan, 8% pada 2029 merupakan visi yang memang harus kita capai di periode yang nggak terlalu lama lagi,” kata Juda, saat media gathering di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Juda menjelaskan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih stagnan di 5%, Indonesia akan terperangkap pada jebakan kelas menengah. Untuk itu, pemerintah ingin peningkatan produktivitas melalui peningkatan lapangan kerja.
Pembukaan lapangan kerja yang masif akan menyerap potensi dari generasi muda yang ada.
“Jadi ini memang sebuah tantangan sekaligus visi,” kata dia.
Baca Juga
Wamenkeu Juda Agung Ingin Konsisten Jaga Defisit APBN di Bawah 3%
Dari sisi kebijakan, Juda mengatakan bahwa pemerintah terus menjaga ruang fiskal tetap prudent. Selain itu, pemerintah juga mendorong penerimaan negara dan alokasi belanja yang lebih berkualitas.
Juda mengatakan bahwa APBN 2027 difokuskan ke tiga hal penting, yaitu pertumbuhan, perlindungan, dan transformasi ekonomi.
“ABPN 2027 sebagai salah satu source of growth dengan tujuan bisa menumbuhkan, to growth, bisa melindungi masyarakat yang kurang beruntung, to protect, dan bisa melakukan transformasi ekonomi kita, to transform,” kata dia.
Juda mengatakan bahwa untuk menumbuhkan ekonomi, pemerintah ingin mendorong daya beli masyarakat, mengakselerasi investasi, termasuk pemberian stimulus ke dunia usaha. Selain itu, dia menjanjikan perbaikan iklim investasi, penguatan hilirisasi dari sumber daya alam (SDA), dan industrialisasi.
Sementara itu, Juda menyebut bahwa desain APBN 2027 juga untuk melindungi daya beli masyarakat. Terutama, daya beli kelompok masyarakat rentan.
“Oleh sebab itu, program perlindungan sosial masih ada, stabilitas harga panga, stabilitas harga energi, walaupun mungkin bisa dilakukan upaya targeting,” kata dia.
Juda mengatakan transformasi ekonomi yang diharapkan muncul dari APBN 2027 berupa dorongan peningkatan hilirisasi dan industrialisai dari perekonomian. Untuk meningkatkan dua hal itu, perlu penguatan infrastructure physical capital dan penguatan institutional reform.
“APBN 2027 intinya tetap ekspansif, tetap menumbuhkan, tetap melindungi, tetap bertransformasi, dan terukur,” ujar dia.
